5 Fakta Warga Pulau Gag yang Disebut Dukung Penambangan Nikel

nikel
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan langsung ke Pulau Gag pada Sabtu (7/6/2025) (dok. Kementerian ESDM)

Blok-a.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim bahwa warga Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, mendukung aktivitas penambangan nikel di wilayah mereka dilanjutkan.

Klaim ini disampaikan setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Raja Ampat mengunjungi lokasi tambang PT Gag Nikel.

“Saya menyempatkan diri bersama Gubernur dan Bupati Raja Ampat melakukan kunjungan ke Pulau Gag, Raja Ampat, naik heli dalam rangka merespon apa yang menjadi perkembangan pemberitaan di media sosial,” ujar Bahlil dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Bahlil menghentikan sementara operasi PT Gag Nikel usai ramai pembicaraan di media sosial tentang dampak aktivitas tambang tersebut.

Penambangan di Pulau Gag juga diduga melanggar aturan karena pulau ini termasuk kategori pulau kecil yang seharusnya tidak boleh ditambang, sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Tagar #SaveRajaAmpat pun ramai di berbagai platform media sosial sebagai bentuk penolakan terhadap tambang. Namun, Kementerian ESDM menyebut bahwa masyarakat Pulau Gag justru mendukung kelanjutan aktivitas pertambangan.

Dilansir dari laman Kementerian ESDM, berikut deretan fakta soal warga Pulau Gag yang disebut mendukung aktivitas pertambangan.

Menguntungkan Masyarakat Setempat 

Kehadiran PT Gag Nikel di Pulau Gag dirasakan membawa manfaat oleh warga setempat, terutama para nelayan. Mereka mengaku terbantu karena hasil tangkapan ikan bisa dijual ke perusahaan, sehingga penghasilan meningkat.

Salah satu nelayan, Fathah Abanovo (33), mengatakan aktivitas melaut tetap berjalan normal meski ada tambang. Ia bahkan menyebutkan bahwa pihak perusahaan memberikan bantuan berupa bahan bakar minyak (BBM) dan alat pancing.

“Aktivitas penangkapan ikan berjalan seperti biasa, air tetap jernih, kualitas air juga bagus,”ujar Fathah Abanovo

Disebut Tidak Merusak Laut

Isu mengenai pencemaran laut akibat tambang juga dibantah oleh warga setempat. Mereka menyatakan bahwa laut Pulau Gag tetap dalam kondisi baik.

Lukman Harun (34), seorang warga dari Pelugak yang juga nelayan, menilai bahwa tuduhan mengenai perubahan warna dan kualitas air laut sebagai akibat dari aktivitas pertambangan tidaklah benar.

“Air tidak berubah sejak puluhan tahun lalu hingga kini, biasa saja. Sejak adanya tambang, ikan-ikan karang sebagai tangkapan tidak berubah juga. Kalau dimakan sendiri, aman,” tutur Lukman.

Kondisi di Media Sosial Tidak Sesuai Kenyataan

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengatakan bahwa informasi soal tambang di Pulau Gag yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Karena itu, menurutnya, penting untuk melihat langsung ke lokasi agar tidak salah paham.

“Kita pastikan mungkin video itu bukan dari Gag, bukan dari Piaynemo, mungkin dari tempat lain. Mereka ambil dari mana kita juga tidak tahu, tapi yang pasti bukan dari penambangan di Pulau Gag,” tegas Elisa.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam. Ia mengatakan bahwa kondisi di lapangan jauh berbeda dari yang ramai dibicarakan di media sosial.

Warga Tolak Penambangan Ditutup

Elisa Kambu menambahkan bahwa saat ia dan rombongan tiba di Pulau Gag, warga menyampaikan harapan agar tambang tetap dibuka.

“Ketika kami sampai disana, masyarakat lokal, semua yang ada disitu, kecil, besar, perempuan, tua, muda, mereka menangis, minta Pak Menteri ini tidak boleh ditutup, ini harus dilanjutkan. Dan kalau kami pemerintah harus mengikuti kemauan masyarakat, dan kita itu hadir untuk kesejahteraan masyarakat, kenapa kita harus membuat rakyat susah,”ungkap Elisa.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bupati Orideko. Menurutnya, warga menggantungkan hidup dari keberadaan tambang nikel.

“Mereka tidak mau tutup tambang, karena itu untuk menopang kehidupan mereka disana. Mereka menginginkan itu, karena itu kami berharap kebetulan ada Pak Menteri disini untuk membuka tambang itu,” kata Orideko.

Bupati Minta Pengawasan Ditingkatkan

Meskipun mendukung kelanjutan aktivitas pertambangan, Bupati Orideko meminta agar pengawasan ditingkatkan terutama terkait analisis dampak lingkungan

Orideko juga mengingatkan agar kawasan wisata Raja Ampat tetap dijaga dan berharap agar promosi yang baik dilakukan untuk menjaga citra Raja Ampat sebagai destinasi wisata dunia.

“Mari sama-sama kita jaga Raja Ampat, kita kasih promosi yang baik jangan sampai Raja Ampat ini jadi negatif, wisatawan jadi berkurang. Kita harus jaga kawasan wisata kita agar kedepan tidak dicemari,” jelas Orideko. (hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com