DKPP Blitar Manfaatkan DBHCHT 2025 untuk Bimtek Persemaian Tembakau

Bimtek persemaian tembakau yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Bimtek persemaian tembakau yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian tembakau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) persemaian tembakau. Program ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar, Lukas Supriyatno menjelaskan, bahwa bimtek kali ini fokus pada dua varietas unggulan, yakni tembakau Prancak, hasil kemitraan dengan PT Djarum, dan tembakau lokal khas Blitar.

“Tahun ini, kami mulai dengan persemaian. Ini merupakan pondasi penting, karena selama ini petani kekurangan bibit siap tanam, bahkan harus membeli dari luar daerah,” kata Lukas Supriyanto, Jumat (30/5/2025).

Ada enam lokasi persemaian yang ditentukan. Untuk varietas Prancak, bimtek dilaksanakan di Wates dan Tambakrejo, yaitu dua kecamatan di wilayah Blitar Selatan yang memiliki karakter tanah yang sesuai.

Sementara itu, varietas tembakau lokal, khususnya jenis Selopuro, dikembangkan di Desa Selopuro, Desa Jatitengah, Desa Sragi, dan Desa Soso.

Tembakau Selopuro, yang telah menjadi identitas pertanian di Blitar Utara, kini mendapatkan perhatian kembali.

“Ada lima jenis tembakau Selopuro yaitu Lulang, Mancung, Kenongo, Kalituri, dan Sedep. Namun, yang saat ini menjadi favorit petani adalah Lulang, Mancung, dan Kenongo, karena memiliki daun yang lebar dan produksinya yang tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, meski Kalituri dan Sedep kurang diminati karena penampilannya yang tidak menarik, namun ada potensi yang dikembangkan.

“Jika dirawat dengan baik, kedua jenis ini memiliki bobot dan nilai jual yang baik. Namun pada akhirnya, pilihan ada di tangan petani,” imbuhnya.

Lukas menekankan, bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran petani mengenai peluang bisnis tembakau.

“Kami ingin menumbuhkan pemahaman bahwa bisnis tembakau tidak hanya dari panen daun. Persemaian juga bisa menjadi sumber pendapatan. Dari benih pun bisa bernilai,” ujarnya.

Masa pembibitan tembakau relatif singkat, sekitar 30 hingga 40 hari, memberikan peluang ekonomi tambahan bagi petani kecil.

“Mereka juga akan belajar teknik persemaian yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tandasnya.

Dalam konteks area pertanian di Blitar, tidak semua lahan cocok untuk semua varietas. Oleh karena itu, bimtek ini disesuaikan dengan karakteristik tanah.

“Varietas Prancak lebih tahan terhadap lahan marginal dan cocok untuk tanah kering, sedangkan tembakau lokal membutuhkan lebih banyak nutrisi dan tanah yang subur. Kami arahkan sesuai karakter lahannya,” jelasnya.

Pendekatan berbasis karakteristik lahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga efisiensi biaya produksi. Petani diberikan kebebasan dalam memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lahan mereka.

“Kami hanya memberikan arahan berdasarkan data teknis dan pengalaman lapangan,” ujarnya.

Lukas menandaskan, pihaknya juga berencana mengajukan pengadaan bantuan sarana dan prasarana untuk petani tembakau. Bantuan yang direncanakan meliputi alat pengolah tanah, pompa air, mesin rajang pascapanen, dan kendaraan roda tiga untuk transportasi hasil panen.

“Harapan kami dari program ini tidak hanya untuk menyiapkan bibit, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian tembakau yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan meningkatkan kapasitas petani dari hulu hingga hilir, kami ingin DBHCHT tahun ini menjadi investasi jangka panjang,” tuturnya.

Dengan pendekatan modern yang berbasis pada karakteristik lahan dan kemitraan terbuka, Kabupaten Blitar bertekad menjadikan pertanian tembakau sebagai bagian integral dari pembangunan yang berdaya.

“Kami ingin petani tidak lagi bergantung pada pasokan luar. Kami ingin Blitar bisa berdikari dari benihnya sendiri,” pungkas Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar. (jar/adv/kmf)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com