Deflasi Kota Malang Capai 0,21 Persen, Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama

Jelang Hari kemerdekaan RI ke-79, harga jual cabai mengalami penurunun.(blok-a.com/Kuryanto)

Kota Malang, blok-a.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat terjadi deflasi sebesar 0,21 persen secara month-to-month (m-to-m) pada Mei 2025. Penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura menjadi faktor utama, khususnya cabai rawit yang mengalami deflasi hingga 52,8 persen.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjarifuddin mengatakan cabai rawit tercatat memberikan andil terhadap deflasi yaitu 0,17 persen.

“Pemicunya adalah beberapa produk hortikultura mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit,” ujar Umar.

Umar menambahkan, komoditas lain yang turut berkontribusi adalah bawang merah mengalami deflasi sebesar 17,81 persen dengan andil sebanyak 0,08 persen. Kemudian cabai merah deflasi 19,07 persen dengan andil 0,03 persen. Dilanjutkan dengan Bawang Putih dengan andil 0,02 persen yang mengalami deflasi sebesar 5,17 persen.

Selain produk hortikultura, lanjut Umar, deflasi juga dipicu oleh turunnya harga beberapa komoditas lain, seperti mas perhiasan deflasi 1,08 persen dengan andil 0,02 persen. Kemudian daging ayam ras deflasi 1,29 persen dengan andil 0,02 persen, labu siam deflasi 15,4 persen andil 0,02 persen.

“Lalu ada jagung manis deflasi 8,77 persen (andil 0,01 persen), bensin deflasi 0,14 persen (andil 0,01 persen), wortel deflasi 7,34 persen (andil 0,01 persen),” lanjut Umar.

Secara tahunan, inflasi year-on-year (Mei 2025 terhadap Mei 2024) tercatat sebesar 1,36 persen, sementara inflasi year-to-date (Mei 2025 terhadap Desember 2024) mencapai 0,94 persen.

Meski mencatat deflasi, angka di Kota Malang masih lebih rendah dibanding Provinsi Jawa Timur (0,34 persen) maupun tingkat nasional (0,37 persen). (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com