Kota Malang, blok-a.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang tinggal delapan hari lagi, penjualan hewan kurban jenis kambing di Kota Malang masih terpantau sepi. Kondisi ini terlihat di salah satu lapak penjualan kambing di kawasan Jalan Peltu Sujono, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Salah satu pedagang, Agus, mengungkapkan bahwa dari total 16 ekor kambing yang ia jual, baru dua ekor yang berhasil terjual hingga Kamis (29/5/2025). Kedua kambing itu pun masih dititipkan di lokasi untuk perawatan hingga hari penyembelihan.
“Ini totalnya ada 16 kambing, baru dua yang laku dan itu pun masih dititipkan di sini,” ujar Agus saat ditemui di lapaknya.
Ia mengaku, penjualan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama di tahun 2024, ia biasanya sudah mencatat penjualan stabil menjelang sepekan sebelum Idul Adha.
“Kalau tahun lalu, biasanya sehari minimal ada satu ekor yang laku. Tapi sekarang belum ada perkembangan berarti,” tambahnya.
Agus menjelaskan bahwa kambing yang dijualnya mayoritas berjenis kacangan, yang ia datangkan dari beberapa peternak di wilayah Kabupaten Malang. Jenis ini cukup diminati pembeli karena harganya yang lebih terjangkau.
“Jenis kacangan ini rata-rata harganya sekitar Rp2,8 juta. Selain murah, kualitasnya juga cukup baik,” terangnya.
Ia menduga, sepinya pembeli kali ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah masyarakat yang memilih beternak sendiri, serta semakin maraknya penjualan hewan kurban secara daring (online).
“Penjualan lewat online juga cukup mempengaruhi. Biasanya banyak yang mampir dulu untuk lihat-lihat, sekarang lebih sedikit yang datang langsung ke lapak,” jelasnya.
Agus menambahkan, pada tahun lalu dalam kurun waktu yang sama, ia bisa menjual hingga 26 ekor kambing. Ia berharap masih ada peningkatan penjualan dalam sepekan ke depan sebelum Idul Adha tiba.
“Semoga sisanya bisa laku sebelum hari H,” harapnya. (yog/bob)








