Lumajang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bergerak cepat menangani kerusakan talud Sungai Rejali yang tergerus aliran banjir lahar dingin Gunung Semeru.
Kerusakan yang terjadi di Dusun Bondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, tersebut mengancam permukiman warga di sekitarnya.
Langkah darurat segera diambil untuk memperkuat struktur talud yang nyaris jebol akibat terkikis derasnya aliran banjir.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan upaya teknis untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
“Langkah teknis darurat segera dilakukan untuk memperkuat struktur talud yang terancam jebol dan mengantisipasi banjir susulan yang bisa berdampak pada permukiman warga,” ujar Bupati Indah dalam keterangan tertulis, Senin (12/5/2025).
Bupati Indah bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang meninjau langsung lokasi terdampak pada Minggu (11/5) malam. Ia memastikan mobilisasi alat berat segera dilakukan untuk proses penanganan awal.
“Hari ini kami memastikan bahwa mobilisasi alat berat akan segera dilakukan dan beberapa penambang pasir lokal yang memiliki alat berat telah siap membantu proses teknis perbaikan darurat,” tuturnya.
Kondisi talud yang semakin terkikis dinilai cukup mengkhawatirkan, karena letaknya sangat dekat dengan permukiman warga. Tercatat, sebanyak 82 kepala keluarga tinggal tidak jauh dari titik rawan tersebut.
“Kondisi itu cukup mengkhawatirkan, karena talud terus terkikis dan jaraknya sangat dekat dengan pemukiman warga. Itu berbahaya dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata Bupati Indah.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Lumajang mengimbau warga untuk segera mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, terutama mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.
“Pada Senin ini beberapa penambang akan menggerakkan alat beratnya untuk mengalihkan arus sungai dan mengangkat batu-batu untuk menutup bagian talud yang terkikis,” jelasnya.
Selain penanganan di lapangan, Pemkab Lumajang juga telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat perbaikan infrastruktur darurat. Surat tanggap darurat juga telah ditandatangani untuk mempercepat alur bantuan dan proses perbaikan.
“Saya sudah laporkan ke Ibu Gubernur Jawa Timur dan beliau siap membantu. Saya juga sudah menandatangani surat tanggap darurat agar proses perbaikan dari provinsi bisa segera berjalan,” ujarnya.
Bupati Indah menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, penambang lokal, dan pemerintah provinsi sangat penting dalam upaya penanganan infrastruktur strategis yang terdampak bencana.
“Diharapkan kolaborasi itu akan mempercepat proses perbaikan dan mencegah risiko kerusakan lebih lanjut yang dapat membahayakan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Pemkab Lumajang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Seluruh langkah teknis dan logistik akan terus dikawal agar berjalan sesuai dengan prosedur tanggap darurat.(lio)









