Blitar, blok-a.com – Sebanyak 660 personel dari berbagai satuan fungsi dan polsek jajaran mengikuti Tes bela diri Polri Semester I Tahun Anggaran 2025 yang digelar Polres Blitar, Rabu (7/5/2025).
Tes yang berlangsung di halaman Mapolres Blitar ini dibagi menjadi tiga sesi untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib, efisien, dan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja.
Tes bela diri ini merupakan program rutin yang diwajibkan bagi seluruh anggota Polri sebagai bagian dari evaluasi kemampuan fisik dan keterampilan bela diri dasar.
Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrhaman, menegaskan bahwa tes ini bukan sekadar formalitas, melainkan salah satu indikator penting dalam menilai kesiapan personel di lapangan.
“Tes ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga menjadi tolak ukur kesiapan individu dalam menguasai kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap anggota kepolisian,” kata AKBP Arif Fazlurrahman.
Dalam tes tersebut, setiap peserta diuji melalui berbagai teknik dasar bela diri Polri, termasuk pukulan, tendangan, tangkisan, serta teknik kuncian dan pembebasan diri.
“Penilaian dilakukan oleh tim penguji yang terdiri dari Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) dan Instruktur bela diri yang sudah tersertifikasi, guna memastikan standar evaluasi yang tinggi,” tambahnya.
AKBP Arif menambahkan, pembagian sesi dilakukan untuk menghindari penumpukan peserta, serta memastikan pelaksanaan berjalan aman dan lancar. Ia juga menyebut antusiasme peserta cukup tinggi.
“Tes ini penting untuk memastikan setiap personel tetap berada dalam kondisi prima, baik secara fisik maupun mental. Kemampuan bela diri adalah bagian dari kompetensi dasar yang harus terus diasah,” tandasnya.
Tes bela diri ini merupakan bagian dari komitmen Polres Blitar untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan seluruh anggota dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
“Dengan adanya tes ini, diharapkan setiap anggota dapat lebih siap dan tanggap dalam menjalankan tugas pokoknya di masyarakat,” pungkasnya. (jar/lio)









