Syarat Rampung, Pemkot Malang Kini Harap Anggaran Revitalisasi Pasar Besar Cair

Tampak dari depan bangunan Pasar Besar Malang yang terlihat sepi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Tampak dari depan bangunan Pasar Besar Malang yang terlihat sepi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk revitalisasi Pasar Besar mulai menunjukkan titik terang. Setelah melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU), Pemkot Malang mengonfirmasi bahwa seluruh persyaratan administratif yang dibutuhkan untuk pembangunan ulang pasar tradisional terbesar di kota tersebut telah dipenuhi.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa pihaknya kini tinggal menunggu tindak lanjut dari Kementerian PU RI terkait pencairan anggaran revitalisasi Pasar Besar.

“Sudah kami sampaikan, sejauh ini masih menunggu jawaban dari kementerian. Kami ke sana menyampaikan beberapa kriteria. Sudah lengkap persyaratan administrasinya. Nanti tinggal menunggu tindaklanjut dari kementerian PU RI,” ujar Eko.

Meskipun belum ada kepastian mengenai waktu dan besaran dana yang akan digelontorkan, Eko memperkirakan bahwa kebutuhan anggaran revitalisasi Pasar Besar Malang mencapai lebih dari Rp200 miliar. Ia berharap, pada pertengahan tahun ini akan ada kejelasan dari pemerintah pusat.

“Kalau anggaran belum pasti, tapi kami akan berupaya keras mendapatkan anggaran itu. Makanya jenis-jenis kriteria kami penuhi semua. Hasil dokumen sudah lengkap, nanti dirapatkan. Kami tetap berharap dan menunggu semoga pasar besar lancar. Semoga bulan enam atau tujuh ada titik terang. Artinya sudah ada informasi anggarannya berapa,” ungkapnya.

Sementara itu, dukungan juga datang dari legislatif. Anggota DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi, mendorong Pemkot untuk terus aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar proyek strategis ini masuk dalam skala prioritas nasional.

“Tetap optimistis mengambil peluang, apalagi ini sangat dibutuhkan. Komunikasi langsung ke pemerintah pusat. Saya kira bisa juga kita komunikasi intensif untuk membantu agar bisa menjadi prioritas,” tuturnya.

Arif menilai, kondisi Pasar Besar saat ini sudah jauh dari layak dan tidak lagi mampu mengakomodasi perkembangan ekonomi dan perdagangan di Kota Malang. Oleh karena itu, menurutnya, revitalisasi pasar bukan hanya perlu, tapi mendesak.

“Kalau dibandingkan dengan keadaan pasar besar sudah jomplang, sudah tidak layak. Itu yang terus ditekankan ke pemerintah pusat. Selagi ini ada penundaan, maka lakukan komunikasi dengan semua pedagang. Mau tidak mau, suka tidak suka pasar harus dibangun,” tegas Arif. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com