Mojokerto, blok-a.com – Sebanyak 1.029 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Mojokerto menjalani salat Idulfitri bersama di dalam lapas, Senin (31/3/2025).
Dari jumlah tersebut, 533 merupakan narapidana, sementara 496 lainnya berstatus tahanan.
Khusus untuk warga binaan perempuan, jumlahnya mencapai 25 orang yang terdiri dari 14 tahanan dan 11 narapidana.
Mereka ditempatkan di Lapas Kelas IIB Mojokerto yang beralamat di Jl. Taman Siswa No.10, Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur.
Dalam pelaksanaan salat Idulfitri, Deca dari Kementerian Agama Kota Mojokerto bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Suasana haru dan khusyuk menyelimuti jalannya ibadah tersebut. Seluruh warga binaan turut serta dalam merayakan hari kemenangan umat Islam.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk merayakan Idulfitri bersama.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga bisa berkumpul di sini. Saya ingin menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh petugas dan warga binaan. Semoga kita semua saling memaafkan dan semakin baik ke depannya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa momentum Idulfitri di Lapas Mojokerto tahun ini dibuat lebih spesial dengan menyelenggarakan acara santap ketupat lebaran bersama bagi seluruh warga binaan.
“Kami ingin warga binaan merasakan suasana lebaran seperti di rumah masing-masing. Sejak awal Ramadan, berbagai kegiatan telah kami adakan, mulai dari pesantren kilat hingga ngabuburit. Dan pada hari ini, kami menyediakan ketupat lebaran untuk lebih dari 1.000 orang,” tambahnya.
Persiapan acara ini dilakukan dengan matang, bahkan seluruh petugas lapas turut serta dalam proses penyelenggaraan. Rudi juga menekankan pentingnya kebersamaan dan saling berbagi di antara warga binaan.
“Walaupun kita sedang menjalani pembinaan di dalam lapas, kita tetap harus bersyukur dan menjaga kebersamaan. Saya berharap Idulfitri ini menjadi momen untuk merenung, bertobat, dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” tuturnya.
Di akhir acara, warga binaan mendapatkan bingkisan lebaran yang telah disiapkan oleh petugas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan, menciptakan nuansa kekeluargaan di dalam lapas.(sya/lio)









