Amankan Mudik Lebaran, Polisi Gelar Tes Alkohol di Sejumlah Terminal di Jawa Timur

Ditlantas Polda Jawa Timur menggelar tes alkohol bagi para sopir bus di sejumlah terminal sebagai bagian dari program keselamatan mudik Lebaran 2025
Tes Alkohol yang digelar Ditlantas Polda Jawa Timur di Terminal Arjosari, Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menggelar tes alkohol bagi para sopir bus di sejumlah terminal sebagai bagian dari program keselamatan mudik Lebaran 2025 yang diinisiasi oleh Kapolri. Salah satu lokasinya ini adalah Terminal Arjosari, Malang, Senin (13/7/2025), dengan menggunakan alat pendeteksi kadar alkohol Dräger Alcotest 7000.

Kanit Tatib Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, Iptu Nining Vidi Astuty, menyampaikan bahwa pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan para sopir dalam kondisi bebas alkohol sebelum membawa penumpang.

“Setiap sopir harus meniup alat tes alkohol sebelum berangkat. Jika terdeteksi mengonsumsi alkohol, maka mereka tidak diperbolehkan langsung melanjutkan perjalanan. Mereka harus istirahat terlebih dahulu atau digantikan oleh sopir yang lain,” kata Nining.

Program ini dilaksanakan di 20 terminal utama di Jawa Timur. Setelah Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya, kegiatan dilanjutkan ke Terminal Arjosari di Kota Malang dan Terminal Kota Blitar. Sedikitnya, 125 sopir bus menjalani tes alkohol di setiap terminal untuk memastikan seluruh pengemudi dalam keadaan sadar dan layak mengemudi untuk mudik Lebaran.

“Hingga saat ini, hasil pemeriksaan menunjukkan semua sopir dalam kondisi aman dan tidak ada yang terdeteksi mengonsumsi alkohol sebelum mengemudi. Targetnya, dalam sehari kami akan mengunjungi tiga terminal hingga hari terakhir Sabtu (22/3/2025) nanti,” tambahnya.

Selain tes alkohol, pemeriksaan juga mencakup deteksi pengaruh obat-obatan terlarang. Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten setempat, petugas juga akan melakukan tes urine guna memastikan sopir bebas dari narkoba.

Petugas turut memeriksa kelayakan kendaraan serta kesiapan fisik pengemudi. “Kami memastikan bukan hanya kondisi fisik sopir yang prima, tetapi juga kondisi kendaraan yang digunakan harus sesuai standar keselamatan,” pungkasnya. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com