Usul Pemkot Pasuruan untuk Tambah Rusunawa Belum Disetujui

Teks Foto : Rusunawa Kota Pasuruan
Teks Foto : Rusunawa Kota Pasuruan

Kota Pasuruan, Blok-a.com- Kota Pasuruan dipastikan tidak akan mendapat tambahan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) tahun ini.

Usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan untuk membangun Rusunawa baru belum mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

Saat ini, Kota Pasuruan memiliki tiga unit Rusunawa yang telah beroperasi, yaitu Rusunawa Tambaan, Petahunan, dan Tembokrejo.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan, Akung Novajanto, mengatakan jumlah ini tidak mengalami perubahan sejak 2018.

Pemkot Pasuruan sebenarnya telah mengajukan pembangunan dua rusunawa tambahan dengan tipe yang sama seperti Rusunawa Tembokrejo, yang memiliki kapasitas 69 kamar. Namun, hingga kini, usulan tersebut belum mendapat persetujuan.

“Kami akui membutuhkan tambahan rusunawa baru, tetapi hingga saat ini usulan dari pemerintah pusat belum turun,” ujar Akung.

Menurutnya, persetujuan usulan pembangunan Rusunawa bergantung pada pemerintah pusat, yang juga menerima permohonan serupa dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan adanya persaingan ini, mendapatkan persetujuan tentu tidak mudah.

Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat hingga daerah atas instruksi Presiden Prabowo Subianto turut memengaruhi realisasi proyek-proyek pembangunan fisik yang tidak bersifat mendesak. Sejumlah program yang tidak menjadi prioritas utama pun ditunda.

Meski demikian, Pemkot Pasuruan tetap berkomitmen untuk terus mengajukan permohonan pembangunan Rusunawa baru. “Kami akan mengajukan kembali karena kebutuhan serta permintaan rusunawa baru di Kota Pasuruan cukup tinggi,” tambah Akung.

Masyarakat pun diharapkan bersabar sembari menunggu keputusan pemerintah pusat terkait usulan tambahan hunian terjangkau di kota ini.

Sejumlah warga Kota Pasuruan menyatakan kekecewaannya atas tidak adanya penambahan rusunawa. Rina, seorang penghuni rusunawa di Tambaan, mengatakan bahwa permintaan tempat tinggal yang terjangkau semakin meningkat. “Kami berharap ada tambahan rusunawa, karena banyak warga yang masih kesulitan mendapatkan hunian dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Anton, seorang warga Petahunan, menyampaikan bahwa kondisi di beberapa rusunawa yang sudah ada pun memerlukan perbaikan. “Tidak hanya butuh tambahan rusunawa, tetapi yang sudah ada juga perlu perawatan lebih baik,” katanya.

Warga berharap pemerintah pusat segera memberikan persetujuan agar kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat terpenuhi dengan lebih baik. (rah/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com