Ditantang Hasto, Ini Deretan Kontroversi yang Seret Keluarga Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (doc. Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (doc. Sekretariat Presiden)

Blok-a.com – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pemeriksaan terhadap keluarga Presiden ketujuh RI, Jokowi.

Tantangan tersebut dilontarkan usai dirinya ditangkap KPK terkait kasus suap Harun Masiku. Hasto berharap penahanannya bisa menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia, dengan menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap keluarga Presiden Jokowi.

“Semoga ini menjadi momentum bagi komisi pemberantasan korupsi untuk menegakkan hukum tanpa kecuali termasuk memeriksa keluarga Pak Jokowi,” ujar Hasto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2025).

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menanggapi dengan menyatakan KPK terbuka untuk menerima laporan dari masyarakat, asalkan ada bukti yang kuat dan laporan yang sah.

Dalam satu tahun terakhir, keluarga Presiden Jokowi memang telah menjadi sorotan publik terkait berbagai kontroversi yang mencuat.

Dirangkum Blok-a.com, Sabtu (22/2/2025), berikut deretan kontroversi yang melibatkan keluarga Jokowi dalam satu tahun terakhir.

Pencalonan Gibran Sebagai Wapres

Pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto menuai kontroversi. Hal ini dipicu oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden.

Berdasarkan putusan MK, seseorang yang berusia di bawah 40 tahun tetap bisa mencalonkan diri jika sudah pernah menjadi kepala daerah. Gibran, yang berusia 36 tahun dan menjabat Wali Kota Solo, pun memenuhi syarat untuk maju sebagai calon wakil presiden.

Keputusan itu pun menuai sorotan dari berbagai pihak, karena dianggap memuluskan jalan Gibran sebagai calon wapres. Terlebih, Ketua MK yang membuat keputusan tersebut merupakan adik ipar Jokowi sekaligus paman dari Gibran Rakabuming Raka.

Tudingan Politisasi Bansos

Menjelang Pemilu 2024, Jokowi dituduh menggunakan bantuan sosial (bansos) untuk mendukung pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam upaya memenangkan Pilpres 2024.

Hal tersebut diungkapkan oleh ahli hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar dan Bivitri Susanti dalam film dokumenter Dirty Vote, yang disutradarai oleh Dandhy Laksono.

Dalam film tersebut, Zainal mengungkapkan adanya tekanan kepada kepala desa untuk mendukung kandidat tertentu, sementara Bivitri menyebut fenomena ini sebagai “politik gentong babi” atau pork barrel politics, di mana dana publik digunakan untuk meraih dukungan politik.

Film ini juga menampilkan data penyaluran bansos yang terus meningkat sejak Pemilu 2014 hingga Pemilu 2024. Publik pun menilai bahwa penyaluran bansos yang begitu besar menjelang pemilu ini berkaitan dengan upaya memenangkan Gibran, sebagai calon wakil presiden.

Isu Pencalonan Kaesang di Pilgub Jateng

Setelah kontroversi pencalonan Gibran sebagai wapres, beredar kabar soal Kaesang Pangarep yang disebut-sebut akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2024.

Isu ini semakin menguat setelah Mahkamah Agung (MA) mengubah aturan batas usia calon kepala daerah, dihitung sejak pelantikan pasangan calon terpilih, bukan sejak penetapan pasangan calon, berdasarkan putusan nomor 23 P/HUM/2024 pada Juni 2024.

Perubahan ini dapat menguntungkan Kaesang, yang masih berusia 29 tahun, jika dihitung sejak penetapan pasangan calon pada September 2024.

Namun, pada Agustus 2024, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa usia dihitung sejak penetapan pasangan calon, bukan pelantikan. Putusan MK ini membuat Kaesang tidak bisa maju karena belum memenuhi syarat.

Sehari setelah putusan MK, DPR menggelar rapat untuk merevisi UU Pilkada. Dalam rapat tersebut, DPR mengakomodasi putusan MA yang menetapkan agar usia calon dihitung sejak pelantikan, dan hal ini bertentangan dengan putusan MK.

Tindakan ini memicu protes dari masyarakat, yang kemudian muncul tagar #IndonesiaDarurat dan #KawalPutusanMK. Ribuan mahasiswa dan warga pun menggelar aksi unjuk rasa, sehingga pengesahan RUU Pilkada akhirnya dibatalkan.

Gaya Hidup Mewah Kaesang – Erina  

Pada pertengahan 2024, Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, dan menantunya, Erina Gudono, menjadi sorotan karena gaya hidup mewah mereka saat berlibur di Amerika Serikat.

Keduanya diketahui terbang menggunakan jet pribadi yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah untuk sekali penerbangan. Selama di AS, Erina juga sering membagikan momen-momen gaya hidup mewah, seperti berbelanja kebutuhan bayi dan makan di restoran dengan harga fantastis.

Setelah kembali ke Indonesia, keduanya membawa barang-barang mewah dari AS tanpa melalui pemeriksaan Bea Cukai, yang menimbulkan kecurigaan publik. Banyak yang menduga Kaesang menerima gratifikasi setelah menggunakan jet pribadi milik Garena Private Limited.

Setelah ramai menjadi pembicaraan, KPK berencana memanggil Kaesang untuk klarifikasi, namun rencana tersebut dibatalkan karena Kaesang bukan pejabat publik, sehingga tidak wajib melaporkannya ke KPK. (hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com