Mojokerto, blok-a.com – Sebagai pusat kejayaan Majapahit, Mojokerto menyimpan banyak situs bersejarah yang menjadi saksi peradaban besar Nusantara. Salah satunya adalah petilasan Hayam Wuruk, raja yang membawa Majapahit mencapai puncak kejayaannya.
Situs ini diyakini sebagai tempat persinggahan dan refleksi spiritual sang raja, sekaligus simbol kebesaran kerajaan yang pernah menguasai hampir seluruh Nusantara.
Hayam Wuruk memerintah Majapahit pada 1350–1389 dan dikenal sebagai pemimpin yang sukses memperluas wilayah kekuasaannya.
Petilasan yang dikaitkan dengannya berada di Dusun/Desa Panggih, Trowulan, Mojokerto, yang dulunya merupakan ibu kota kerajaan.
Sejumlah sejarawan meyakini tempat ini memiliki peran penting dalam perjalanan spiritual dan politik Hayam Wuruk. Beberapa situs di Trowulan yang erat kaitannya dengan masa kejayaan Majapahit antara lain:
- Candi Tikus, dipercaya sebagai tempat pemandian keluarga kerajaan.
- Gapura Bajang Ratu, yang diyakini sebagai gerbang utama menuju kawasan penting di ibu kota Majapahit.
- Kolam Segaran, yang konon digunakan untuk perjamuan kenegaraan dan pertemuan strategis.
Meskipun tidak ada bangunan spesifik yang disebut sebagai Petilasan Hayam Wuruk, berbagai situs di Trowulan tetap memiliki keterkaitan erat dengan masa kejayaannya dan dapat dikunjungi untuk wisata sejarah.
Saat ini, berbagai situs peninggalan Majapahit di Mojokerto terus mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.
Upaya konservasi dilakukan guna menjaga kelestarian warisan sejarah, termasuk perawatan struktur bangunan, penelitian arkeologi, serta edukasi kepada masyarakat.
Selain pemerintah, komunitas sejarah dan budaya juga aktif dalam pelestarian situs ini melalui penelitian dan promosi wisata sejarah.
Berbagai kegiatan edukatif dan festival budaya turut digelar guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan leluhur.
Para wisatawan yang ingin mendalami khazanah sejarah Nusantara dianjurkan untuk mampir ke kawasan ini. Fasilitas wisata yang terus ditingkatkan membuat tempat-tempat tersebut semakin menarik bagi pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.
Keberadaan situs bersejarah ini menjadi pengingat akan kejayaan Majapahit sebagai salah satu pusat peradaban terbesar di Asia Tenggara.
Dengan menghormati dan melestarikan situs-situs ini, identitas budaya dan sejarah bangsa dapat tetap terjaga bagi generasi mendatang.(sya/lio)









