Kota Malang, blok-a.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang menargetkan prestasi maksimal dalam kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur yang akan digelar pada Juni – Juli 2025 mendatang.
Tak hanya sukses dalam penyelenggaraan, Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi juga berambisi mencetak sejarah baru dalam perolehan medali dan memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sebagai bagian dari persiapan, sebanyak 53 cabang olahraga (cabor) dengan total 1.142 atlet dan pelatih akan mengikuti Pemusatan Latihan Kota (Puslakot) yang dimulai pada 15 Februari hingga akhir Mei 2025. Selama dua setengah bulan tersebut, para atlet akan menjalani sekitar 90 sesi latihan intensif.
“Setiap datang latihan sudah kami siapkan uang transportasi, kemudian juga kami siapkan penambah vitamin dan segala macam. Harapannya, setelah akhir Mei akan dilakukan promosi dan degradasi, sehingga nanti benar-benar atlet terbaik dari Malang yang akan membela kontingen Porprov,” kata Baihaqi.
Setelah seleksi akhir, Puslakot final akan digelar pada awal Juni, diikuti dengan program character building untuk memperkuat mental juara para atlet.
Sebagai tuan rumah, Kota Malang memiliki empat target utama dalam penyelenggaraan Porprov IX Jatim 2025. Pertama adalah sukses sebagai penyelenggara.
“Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik yang bisa melayani semua tamu atlet dengan baik. Sehingga mereka tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga bisa menikmati berbagai destinasi wisata di Kota Malang,” ungkapnya.
Kemudian, kata Baihaqi, Kota Malang menargetkan peningkatan peringkat maupun perolehan medali dibanding Porprov 2023 lalu.
“Pada Porprov 2023, kami berada di peringkat tiga dengan 74 emas. Dengan menjadi tuan rumah, kami ingin meningkatkan prestasi lebih baik lagi,” katanya.
Selain aspek olahraga, event ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.
Mendatangkan ribuan atlet dari seluruh kota yang ada di Jawa Timur, Porprov IX menjadi peluang pertumbuhan ekonomi di Kota Malang dalam berbagai sektor.
“Ada sekitar 25 ribu orang lebih yang akan datang ke Kota Malang. Ini menjadi peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi, baik dari sektor kuliner, transportasi, perhotelan, maupun UMKM,” jelasnya.(yog/lio)









