Lezatnya Bubur Roomo, Kuliner Pesisir Khas Gresik yang Punya Cerita Legenda

Bubur roomo, kuliner legendaris yang bisa ditemukan di Pasar Gresik Jalan Samanhudi. (blok-a.com/Ivan)
Bubur roomo, kuliner legendaris yang bisa ditemukan di Pasar Gresik Jalan Samanhudi. (blok-a.com/Ivan)

Gresik, blok-a.com – Berkunjung ke Gresik tak lengkap rasanya kalau belum mencicipi salah satu kuliner legendaris, Bubur Roomo. Kuliner lezat ini terbuat dari tepung beras, cabai merah, santan, dan bumbu lodeh.

Uniknya, bubur Roomo mengandung penawar daun mangrove yang berkhasiat untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri.

Untuk mencicipi seporsi bubur Roomo, Anda bisa mengunjungi Pasar Gresik tepatnya di dekat jalan Samanhudi.

Dari Samanhudi, jalan lurus hingga ke tengah pasar, lalu belok ke kiri hingga menemui toko Imtaq. Penjual Bubur Roomo ada di seberang toko tersebut.

Roomo adalah nama salah satu desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Diketahui, dari sana lah bubur Roomo berasal.

Ada urban legend terkenal yang erat kaitannya dengan penciptaan bubur Roomo di desa ini.

Diceritakan, pada zaman dahulu kala, ada seorang ibu dan anak-anaknya yang masih kecil hidup dalam kemiskinan. Untuk makan sehari-hari saja, mereka harus bersusah payah.

Pada suatu malam, sang ibu berjalan-jalan ditemani salah seorang anaknya, lalu tak sengaja bertemu sesosok Wali. Wali tersebut bertanya kemana mereka hendak pergi.

Sang ibu kemudian menceritakan kesulitan hidupnya. Akhirnya, sesosok Wali tersebut memberinya sejumlah beras untuk diolah menjadi bubur dan dijual. Bubur itu kemudian diberi nama bubur Roomo, sesuai dengan nama desa tersebut.

Salah satu penjual bubur Roomo di Pasar Gresik, Nurjanah, mengatakan bahwa dirinya sudah berjualan selama 30 tahun.

Salah satu penjual bubur Roomo di Pasar Gresik Jalan Samanhudi. (blok-a.com/Ivan)
Salah satu penjual bubur Roomo di Pasar Gresik Jalan Samanhudi. (blok-a.com/Ivan)

“Sudah 30 tahun-an berjualan bubur Roomo ini. Ya, di nikmatin berapapun hasilnya tiap harinya,” ujarnya.

Wanita kelahiran Desa Roomo ini bercerita, dahulu neneknya berjualan bubur Roomo dengan berkeling di sekitar desanya. Lalu keterampilan membuat dan berjualan bubur diteruskan oleh ibunya. Hingga sekarang Nurjanah menjadi generasi ke-3 yang menjalankan usaha keluarganya itu.

“Sekitar akhir 1990-an, ada Festival Kuliner Nusantara, kami mewakili Gresik dan meraih juara. Sejak itu pelan-pelan bubur Roomo jadi terkenal dan saya memutuskan untuk menetap di emperan seberang pasar Kalitutup, Jalan K.H Hasyim Asy’ari, Gresik,” ucapnya.

Wahyu, salah satu pelanggan merasa sangat suka dengan cita rasa Bubur Roomo yang khas. Terlebih, harganya sangat ramah di kantong. Seporsi bubur Roomo dijual seharga Rp10 ribu saja.

“Sering banget kesini, bisa 4 kali dalam seminggu, rasanya beda sih kalau disini, khas gitu,” katanya.

Bubur Roomo di Pasar Gresik buka mulai pukul 6 pagi hingga habis.(ivn/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com