Blok-a.com – Insiden tragis menimpa rombongan siswa SMPN 7 Mojokerto saat melakukan kegiatan outing class di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta.
Sebanyak 13 siswa terseret arus laut, tiga di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara satu siswa masih dalam pencarian hingga saat ini.
Dirangkum oleh Blok-a.com, Rabu (29/1/2025), berikut lima fakta terkait tragedi tenggelamnya siswa SMPN 7 Mojokerto di Pantai Drini.
1. Rombongan Outing Class
Salah satu guru, Indah Purwanti, mengatakan bahwa rombongan outing class berangkat dari Mojokerto menuju Yogyakarta pada Senin (27/1/2025) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Perjalanan dilakukan menggunakan lima bus dan diikuti oleh sepuluh kelas dengan total peserta 257 orang, yang terdiri dari siswa kelas 7 dan 8 beserta guru pendamping.
“Yang ikut kemarin ada sepuluh kelas, yaitu kelas tujuh dan kelas delapan. Berangkat kemarin malam sekitar pukul 20.30 WIB, menggunakan lima bus,” ujarnya kepada Blok-a.com.
2. Kronologi Kejadian
Tragedi ini terjadi pada Selasa pagi (28/1/2025) setelah rombongan tiba di Pantai Drini sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah beristirahat dan sarapan di Rumah Makan Hutama, para siswa mulai bermain di pantai pada pukul 06.00 WIB.
Sebagian siswa bermain di sisi barat Pantai Drini, yang merupakan jalur kapal dan area rawan arus balik (rip current). Meskipun petugas SAR Linmas Pantai Drini telah memberikan imbauan agar pengunjung tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut, peringatan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan. Akibatnya, 13 siswa terseret arus hingga ke tengah laut.
Petugas SAR yang berjaga langsung melakukan evakuasi menggunakan kapal jungkung untuk menyelamatkan para siswa.
3. Jumlah Korban
Dari total 13 siswa yang terseret ombak, 9 siswa berhasil diselamatkan, sementara 3 siswa ditemukan meninggal dunia, dan 1 siswa masih dalam pencarian.
Ketiga siswa yang meninggal dunia adalah Alfian Aditya Pratama (AAP), Rifki Yudha Pratama (RYP), dan Malvein Yusuf (MY). Sedangkan satu siswa yang belum ditemukan adalah Rayhaki Fatqiyansah (BF).
“Pukul 10.30 WIB, Tim SAR berhasil mengangkat tiga orang siswa dalam kondisi meninggal dunia. Ketiganya ditemukan 100 meter dari tepi pantai,” ujar Surisdiyanto, Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron.
4. Penanganan Korban Selamat
Kesembilan siswa yang berhasil selamat langsung mendapat perawatan medis. Tujuh siswa dilarikan ke RSUD Saptosari, sementara dua siswa lainnya dirujuk ke RSUP Sardjito untuk penanganan lebih lanjut.
Para korban mengalami syok ringan dan kelelahan akibat banyak menelan air laut. Setelah mendapatkan perawatan, kondisi mereka berangsur membaik dan mereka telah dipulangkan bersama rombongan sekolah.
5. Identitas Korban
Berikut adalah identitas para korban selamat, korban meninggal dunia, dan korban yang masih hilang:
Korban selamat:
1. Firmanda Ramadani, Kelas 7C, laki-laki.
2. Bintang Kenzie, Kelas 7C, laki-laki.
3. Petra Agustino Y, Kelas 7A, laki-laki.
4. Revand Bagas C, Kelas 7B, laki-laki.
5. M. Zaky, Kelas 7E, laki-laki.
6. Ariona Reza, laki-laki.
7. Ahmad Muzaki, laki-laki.
8. Ainoah, Kelas 7C, laki-laki.
9. Raditya Rangga, laki-laki.
Korban meninggal dunia:
1. Alfian Aditya Pratama, Kelas 7C, laki-laki.
2. Rifki Yudha Pratama, Kelas 7C, laki-laki.
3. Malvein Yusuf, Kelas 7C, laki-laki.
Korban belum ditemukan;
1. Rayhaki Fatqiyansah, Kelas 7C, laki-laki.









