Kecelakaan Bus di Kota Batu: Pentingnya Uji KIR

Cek Laik Bus Sakhindra Trans Sebabkan Kecelakaan Maut di Kota Batu: Uji Berkala dan Izin Angkutan Kedaluwarsa
Tangkapan layar kecelakaan bus di Kota Batu Sakhindra Trans (dok CCTV Kota Batu)

Kota Malang, blok-a.com – Study Tour bisa menjadi tragis dan bisa jadi membahagiakan.

Jika tidak memilih bus yang benar, bisa tragis seperti rombongan study tour SMK TI Bali yang menggunakan bus parisiwata Sakhindra Trans, Rabu (8/1/2025) kemarin.

Bus Sakhindra Trans tersebut menyebabkan empat orang meninggal dan 10 luka-luka. Bus yang diduga rem blong itu menabrak belasan kendaraan di Jalan Imam Bonjol Kota Batu.

Kekinian diketahui bahwa dengan plat nomor DK 7942 GB itu uji KIR atau uji berkalanya sudah kedaluwarsa sejak 15 Desember 2023.

Oleh karena itu, perlu diketahui cara memilih bus Study Tour yang benar, agar insiden ini tak terjadi lagi.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja R Saleh menjelaskan, sebelum study tour, pihak sekolah atau pengguna jasa bus, musti memastikan bus tersebut sudah uji KIR.

Hal ini penting dilakukan. Sebab jika sudah uji KIR, bus tersebut sudah layak untuk beroperasi.

“Kalau sudah mendapat uji kir berarti secara fisik baik secara administrasi sudah memenuhi semuanya,” kata dia.

Penyewa jasa bus juga wajib mencatat plat nomor bus yang akan disewa dan sudah uji KIR itu.

Nomor plat ini harus sesuai yang disewa saat keberangkatan.

“Jika tidak bisa dibatalkan dan meminta uang ganti ke PO bus-nya. Klausul kontraknya harus jelas,” tuturnya.

Setelah memastikan bus aman, pengguna jasa bus wisata itu harus meminta PO bus untuk mengirimkan nama personel driver dan kernetnya.

Minimal H-2 keberangkatan nama-nama driver dan kernetnya sudah diketahui pengguna jasa bus. Driver dan kernet ini penting untuk keselamatan rombongan nantinya.

“Dan dipastikan bebas narkotika psikotropika. Tidak menggunakan miras. H-2 sebelum berangkat sudah mendapat driver dan kernet. Hal ini karena jika ketahuan menggunakan narkotika bisa diganti sopir atau kernetnya,” tuturnya.

Sementara itu, hal-hal yang di atas itu, kata Widjaja jarang dilakukan pengguna jasa bus wisata saat memilih bus.

Kebanyakan pengguna jasa bus wisata itu hanya memilih yang murah.

“Untuk itu di Kota Malang kami sudah edukasi, bahwa keselamatan itu penting dan pemilihan bus harus sesuai dan layak,” tuturnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com