Blitar, blok-a.com – Ketua LSM Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) dan Ratu Adil, Mohammad Trijanto resmi mendaftar sebagai calon Wali Kota Blitar pada Pilkada Kota Blitar 2024.
Selain mendaftar sebagai calon Wali Kota Blitar melalui PDI Perjuangan, Mohammad Trijanto juga mendaftar melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Blitar.
Dengan diantar puluhan perwakilan relawan, aktivis anti korupsi tersebut, mengembalikan formulir pendaftaran calon Wali Kota Blitar ke Kantor DPC PDIP, Jumat (10/05/2024) sekitar pukul 14.15 WIB.
Setelah dari Kantor DPC PDIP Kota Blitar, Mohammad Trijanto bersama relawan bergeser ke Kantor DPC PKB Kota Blitar juga untuk mengembalikan formulir pendaftaran calon Wali Kota Blitar.
Sebelumnya, Mohammad Trijanto juga maju sebagai DPD RI dapil Jawa Timur pada Pemilu 2024 kemarin, namun gagal.
Pendaftaran Mohammad Trijanto sebagai calon Wali Kota Blitar dari PDIP dan PKB tersebut, merupakan arahan dari para relawan.
Bahkan, para relawan pun yang melakukan komunikasi dengan partai politik, termasuk mengambilkan formulir pendaftaran calon Wali Kota Blitar.
“Saya mengikuti arahan relawan. Para relawan yang melakukan komunikasi ke partai politik, termasuk yang mengambilkan formulir pendaftaran calon Walu Kota Blitar,” kata M. Trijanto.
Trijanto menambahkan, saat pengembalian formulir pendaftaran calon harus hadir sendiri.
“Karena saat pengembalian formulir pendaftaran calon harus hadir sendiri, akhirnya saya dibawa oleh relawan ke Kantor DPC PDIP dan kantor DPC PKB,” imbuhnya.
Trijanto menandaskan, puluhan relawan yang mengantar dirinya mengembalikan formulir pendaftaran calon kepala daerah di PDIP dan PKB tersebut, dari perwakilan 21 kelurahan di Kota Blitar.
Trijanto menilai, hingga saat ini PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki nafas pergerakan yang sama terhadap dirinya sebagai figur aktivis pergerakan.
“Background pergerakan saya senafas dengan aura PDI Perjuangan sebagai partai yang komitmen dan konsisten memperjuangkan masyarakat,” ujarnya.
Ketua KRPK dan Ratu Adil ini menegaskan, jika dirinya mendapatkan rekomendasi, dia akan menjalankan tugas dan bekerja totalitas.
“Jika mendapat rekom, saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Saya ingin membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, demokrasi dan berwatak kerakyatan di Kota Blitar,” tegasnya.
Trijanto menyampaikan, apabila berhasil sampai dengan menjadi Wali Kota Blitar, dia akan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, demokratis dan berwatak kerakyatan.
“Luasan Kota Blitar hanya 2 persen dari Kabupaten Blitar, sedangkan APBD hampir separuhnya. Dan dengan jumlah penduduk yang hanya 10 persen dari Kabupaten Blitar. Dengan begitu, jika penggunaan APBD dioptimalkan dengan baik, maka mampu menambah kesejahteraan masyarakat Kota Blitar,” jelasnya.
Dirinya pun optimistis akan mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan untuk menjadi Calon Wali Kota Blitar.
“DPP tentunya akan melihat rekam jejak setiap kandidat yang mendaftarkan diri melalui PDI Perjuangan. Dilihat dari DPD RI kemarin, kekuatan relawan begitu masif. Seperti saat ini, yang datang ini adalah relawan perwakilan dari 21 kelurahan yang ada di Kota Blitar,” pungkas Mohammad Trijanto.
Sementara, Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kota Blitar, Sukardji mengatakan, ada tiga pendaftar penjaringan bakal calon kandidat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah mengembalikan formulir ke DPC PDIP Kota Blitar.
Ketiga orang tersebut, diantaranya, anggota DPRD Provinsi Jatim, Bambang Rianto, mantan Kadis PUPR Kota Blitar, Suharyono dan Mohammad Trijanto.
“Hingga hari ke-3, sejak dibukanya masa pengembalian formulir sudah ada tiga orang yang mengembalikan. Yang belum mengembalikan berkas formulir, kita tunggu sampai tanggal 12 Mei 2024 depan,” jelasnya.
DPC PDI Perjuangan Kota Blitar resmi membuka pendaftaran penjaringan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dimulai 1 Mei hingga 12 Mei 2024.
Ada 9 orang yang mengambil formulir pendaftaran. Mereka adalah Wali Kota Blitar, Santoso, anggota DPRD Provinsi Jatim, Bambang Rianto, Aktivis anti Korupsi, Mohammad Trijanto, Himawan Probo (KNPI). Kemudian dari kader partai Yudi Meira, Sugeng Praptono, Dedik Hendrawanto, pengusaha Mohammad Tobroni, dan mantan Kadis PUPR Kota Blitar, Suharyono. (jar/lio)









