Kabupaten Malang, Blok-a.com – Di bekas pusat kerajaan Singosari, terdapat sebuah rumah makan yang menghadirkan nuansa erat dengan budaya dan sejarah Jawa, dikenal sebagai Ndalem Ratu.
Dengan makna yang dalam, yaitu jati diri seorang ratu, resto ini menghidangkan menu makanan Jawa kuno. Menu makanan Jawa kuno yang disajikan di Ndalem Ratu termasuk nasi bacan, nasi kuning, bubur sumsum, dan lainnya.
Restoran ini mempertahankan keberadaan makanan-makanan tradisional tersebut karena mereka menganggap bahwa makanan khas Jawa berpotensi untuk punah dengan adanya penetrasi kuliner asing.
Salah satu menu andalan di Ndalem Ratu adalah nasi ayam kampung, yang masih menggunakan ayam kampung asli dan dimasak dengan menggunakan resep tradisional.
Tidak ketinggalan, sambel terasi yang menyertainya memberikan rasa nikmat yang khas, disertai dengan beberapa jenis sayuran segar untuk lalapan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa sambel terasi tersebut memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk orang-orang yang menyukai rasa pedas.
Nasi ayam kampung Ndalem Ratu memiliki cita rasa yang manis, gurih, dan sedikit asin, yang dipadukan dengan sambel terasi yang pedas. Tidak heran jika menu ini menjadi favorit para tamu yang berkunjung, karena cita rasanya yang menggugah selera.
Pengunjung banyak yang mengapresiasi kelezatan ayam kampung yang empuk, serta kesegaran bahan-bahan makanan yang digunakan.
Tak hanya dari segi kuliner, Ndalem Ratu juga menawarkan pengalaman yang unik dengan berdirinya di atas tanah bersejarah kerajaan Singosari.
Letak rumah makan ini tepatnya di Jalan Kartanegara Barat, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan Ndalem Ratu buka setiap hari dari jam 09.00 hingga 21.00 WIB.
Bangunan joglo yang penuh dengan filosofi dan ornamen kuno menciptakan suasana masa lampau yang terasa autentik. Bahkan, pelayan yang melayani tamu Ndalem Ratu mengenakan pakaian adat Jawa sebagai seragam, menambah kesan kental akan nuansa Jawa di restoran ini.
Pengalaman makan di Ndalem Ratu tidak hanya menggoyang lidah, tetapi juga mengajak para tamu untuk merasakan sepotong sejarah dan budaya Jawa yang kental.









