Remaja di Wagir Malang Meninggal Gantung Diri

Suami istri
Ilustrasi gantung diri.

Kabupaten Malang , blok-a.com – Seorang remaja Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir ditemukan meninggal dengan gantung diri.

Hal itu membuat gempar warga sekitar saat melihat remaja itu tewas dengan gantung diri.

Remaja itu gantung diri di rumahnya tepatnya di lantai 2 kamar rumahnya di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

Informasi didapat wartawan blok-a.com, peristiwa ini diketahui hari Sabtu (19/8/2023) di dusun Jemunang RT 08 RW 02 Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

Kapolsek Wagir, AKP Ronny Margas membenarkan peristiwa itu.

“Korban masih duduk di bangku kelas 3 SMP di Wagir dan berinisial AS, 14 tahun,” ujar AKP Ronny Margas saat dikonfirmasi awak media , Senin (21/8/2023) pagi.

Dikatakan Ronny, menurut keterangan dari pihak keluarga, sekitar pukul 17.30 Wib, keluarga korban masih mendengar suara pelan korban menunaikan salat Maghrib dan membaca surat Yasin di dalam kamarnya di lantai 2 .

“Ya , saat itu Nenek korban masih mendengar suara korban salat maghrib setelah itu korban membaca surat Yasin,” terangnya.

Lanjut, sekitar pukul 20.20 Wib , neneknya mencari korban untuk menyuruh makan, karena mulai siang korban belum makan.

Neneknya naik ke lantai atas dan mendapati lampu kamar mati dan pintu kamar dikunci dari dalam.

“Merasa janggal , nenek korban memanggil Suji (paman korban) untuk mendobrak pintu dan mendapati korban meninggal dunia dengan gantung diri menggunakan selendang,” beber Ronny

“Dan secara spontan korban diturunkan oleh pamannya karena badan korban masih hangat dikira masih bisa tertolong tetapi ternyata korban sudah meninggal dunia,” sambungnya .

Melihat korban sudah meninggal dunia dalam kondisi gantung diri , pihak keluarga langsung menghubungi perangkat RW setempat untuk
Ibu Nur Hasanah (BPD) agar menelpon dan melaporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa Pandanrejo.

Petugas Polsek Wagir bersama Babinsa, Perawat l, Trantib Kecanatan Wagir datang ke lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan korban sudah meninggal dunia 2 jam sebelum ditemukan dan tidak ada indikasi tindak kriminal,” pungkasnya .

Karena murni musibah dan tidak adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban, keluarga korban menerima atas kematian korban.

Keluarga menolak dilakukan otopsi dan tidak akan menuntut siapapun. (mg1/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com