Menguak Sejarah Pembangunan Mega Proyek Bendungan Karangkates di Malang, Habis Ribuan Triliun, Pekerja Kerja Paksa?

Caption : Proses Pencarian hari kedua korban pemburu biawak di Bendungan Sutami Karangkates, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Senin (10/7/2023) (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Proses Pencarian korban pemburu biawak di Bendungan Sutami Karangkates, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Senin (10/7/2023) (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

blok-a.comBerikut adalah sejarah pembangunan mega proyek di Malang, Jawa Timur. Apakah benar pekerjanya tidak sejahtera? Di artikel ini akan membahasnya.

Salah satu mega proyek besar di Provinsi Jawa Timur adalah pembangunan bendungan di Malang.

Bendungan tersebut dibangun saat zaman Jepang dan merupakan yang paling besar di Kabupaten Malang.

Bendungan di Malang itu mulai dibangun pada tahun 1961 yang membendung Sungai Brantas.

Seperti pada umumnya, fungsi bendungan terbesar di Malang sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Namanya adalah Waduk Sutami, atau lebih populer dikenal dengan nama Bendungan Karangkates.

Terletak di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Selain sebagai PLTA, Bendungan Karangkates juga dimanfaatkan untuk destinasi wisata.

Tak hanya itu, bendungan dengan luas genangan 7,9 km persegi ini juga difungsikan untuk mengurangi debit banjir.

Sawah-sawah yang terdapat di sekitar juga mendapat sumber air dari Bendungan Karangkates.

Warga setempat juga memanfaatkannya untuk budidaya ikan dengan membuat tambak atau jaring terapung.

Dikutip blok-a.com dari kanal YouTube Tamadt Ugick 199, di balik keindahannya ada fakta yang belum diketahui oleh sebagian orang.

Seorang pekerja proyek pembangunan Bendungan Karangkates mengaku bahwa dirinya dibayar Rp3.500 per dua minggu.

Pekerja yang kini telah lansia itu mengakui bahwa bayaran tersebut di zaman itu sangat besar.

Perbandingannya adalah harga emas kala itu yang hanya memiliki harga Rp25 per gram.

Namun, untuk bekerja di proyek pembangunan Bendungan Karangkates ada tes yang mesti dilalui.

Jadi, kabar burung yang mengatakan mega proyek pembangunan tersebut hasil dari kerja paksa zaman Jepang, itu sama sekali tidak benar.

Pekerja justru mendapat bayaran besar zaman itu, dan diberi tunjangan lain seperti uang makan dan sembako.

Sebagai informasi tambahan, Bendungan Karangkates di Malang ini memakan biaya sebesar 25,868 miliar Yen.

Jika dikonversi ke Rupiah hari ini angka tersebut sangat besar, hampir menyentuh Rp3.000 triliun.

Kini, Bendungan Karangkates tersebut masuk dalam lima besar bendungan terbesar di Indonesia.

Warga Malang patut berbangga, untuk itu Bendungan Karangkates wajib dijaga dari tangan-tangan kotor yang merusak keindahan bendungan tersebut. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com