MALANG – Air Susu Ibu (ASI) memang mempunyai banyak sekali manfaat. Salah satunya, ASI bisa memperkecil risiko stunting terjadi pada bayi. Bayi yang rutin diberi ASI oleh ibunya bakal lahir sehat dan terhindar dari stunting daripada bayi yang tak pernah diberi ASI.
“Bayi itu kalau diberi ASI itu relatif kecil risiko stuntingnya. Tapi untuk orang yang tidak mau memberi ASI itu justru memperbesar risiko stunting pada bayi,” papar Mahmud Afandi, Nutrisionist Puskesmas Arjowinangun, Jumat (4/9).
Menurut Mahmud, kandungan nutrisi pada ASI sudah lengkap. “Kandungan ASI ini sudah sesuai dengan kebutuhan bayi,” tambahnya.
Selain itu, pemberian ASI sedini mungkin ini ternyata juga banyak manfaatnya. Bagi bayi, pemberian ASI sedini mungkin pasca bayi lahir dapat menurunkan risiko kematian bayi. Menyusui bayi sedini mungkin juga melindungi bayi dari infeksi penyebab diare.
Makanya, pihak Puskesmas pun tak henti-hentinya terus melakukan sosialisasi kepada ibu untuk terus memberikan ASI kepada bayinya.
“Kita terus mengedukasi kepada masyarakat agar seorang ibu ini terus memberikan ASI eksklusif kepada bayi,” tandasnya.
Pemberian ASI sedini mungkin tidak hanya melindungi bayi, tapi juga menguntungkan bagi ibu. Isapan bayi pada puting payudara ibu, akan menyebabkan kontraksi di rahim ibu. Tak heran jika ketika bayi mengisap ASI maka perut ibu akan terasa sakit seperti kontraksi.
Kontraksi semacam ini menyebabkan pembuluh darah halus yang tadinya terbuka ketika proses persalinan berlangsung, menjadi menyempit dan pulih. Hal ini membantu menghindarkan ibu dari kemungkinan terjadinya perdarahan pasca persalinan.
Bahkan, dengan kontraksi tersebut, rahim yang semula melar selama proses kehamilan berlangsung, akan ikut mengecil. Selain itu, seperti diketahui, sebagian ASI dibentuk dari lemak yang sudah ditimbun ibu selama hamil. Jadi, menyusui eksklusif akan membantu ibu untuk segera kembali langsing.










Balas