Surabaya, blok-a.com – Prediksi pada 2023 ini terjadi resesi juga dibahas dalam forum bussiness pengusaha Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur.
Pengusaha NU yang tergabung dalam himpunan pengusaha Nahdliyin (HPN) juga harus bisa memperkuat basis perekonomian Indonesia, terutama sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jatim.
Menurut data Provinsi Jatim, bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim berada di angka 5,34, sementara nasional 5,31.
Artinya pertumbuhan ekonomi Jatim lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Hal itu terdapat sumbangsih dari seluruh pihak, pengusaha nahdliyin, atau UMKM.
Sebab, dari angka itu, sebanyak 57,81 persen penyumbang perekonomian Jatim merupakan pengusaha UMKM.
Dengan aktivitas belanja masyarakat terhadap produk lokal UMKM maka prediksi 2023 resesi global akan bisa dihadapi masyarakat Indonesia dengan baik.
Pada 2023 diproyeksi agak kelam. Isu resesi global dan suku bunga yang masih tinggi dikhawatirkan akan mengganggu minat ekspor. Tapi beruntung pasar domestik Indonesia besar.
Dalam rumus ekonomi, ada komponen konsumsi, investasi, belanja pemerintah, ekspor, dan impor.
Jika ekspor turun, harus dijaga jangan sampai impor bengkak.
Caranya konsumsi dalam negeri dan investasi dalam negeri, didorong agar naik. Sebab belanja pemerintah hanya menyumbang 5% dari perekonomian.
Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, menghadiri acara pelantikan DPW HPN di Hotel JW Marriot, Jumat (17/2/2023), mengatakan, kata kunci perkuat ekonomi adalah penguatan jaringan bisnis, dan keberpihakan.
“Kita tidak akan berkembang kalau sendiri-sendiri. Ada yang bilang kalau mau lari cepat maka larilah sendirian, tapi kalau mau lari jauh maka larilah bersama-sama,” ujar Wagub Emil.
Pengusaha nahdliyin harus bisa bersinergi bersama pemerintah guna mengembangkan industri halal di Jatim.
Di sisi lain industri halal dan keuangan syariah bisa berkembang di Jatim guna menyokong permodalan UMKM.
“Saat ini kita tahu ada blended finance atau pembiayaan campuran, kita bisa menggabung antara misalnya zakat-zakat produktif untuk membiayai UMKM digabung dengan pembiayaan konvensional, bank-bank misalnya. Tentu kita dorong bank syariah ya,” ujarnya.
Emil juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jatim di 2022 lebih tinggi dibandingkan nasional.
Terakhir, Wagub Emil mengucapkan selamat bekerja kepada para pengurus DPW HPN Jatim periode 2023-2028 yang baru saja dilantik.
“Bila HPN mampu menggalang sinergitas, Insya Allah kita bisa membangun keberpihakan ekonomi ke ekonomi umat dan ekonomi domestik,” tandasnya.
Dalam pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Jawa Timur, Jumat (17/2/2023) itu dihadiri Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP HPN Dede Supriyadi Arief, Dewan Pembina DPW HPN Jatim KH. Asep Saifudin Chalim, dan Ketua DPW HPN Jatim Syamsul Hadi.
Usai pelantukan digelar Business Forum dengan tema Perluasan Jaringan Bisnis Pengusaha Nahdliyin ke Negara Muslim se-Dunia Memasuki Abad Kedua NU.(kim/lio)










Balas
Lihat komentar