Banjir Bandang Terjang Kawasan Gunung Ijen Bondowoso, Dampaknya Mengkhawatirkan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Pangadam V Brawijaya dan Kapolda Jatim di loaksi banjir Desa Kalisat, kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Senin (13/2/2023). (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Pangadam V Brawijaya dan Kapolda Jatim di loaksi banjir Desa Kalisat, kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Senin (13/2/2023). (Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, blok-a.com – Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Minggu (12/2/2023) malam.

Berdasarkan laporan dari BPBD Jawa Timur, Kecamatan Ijen diguyur hujan sejak Minggu (12/2) pukul 09.00 WIB.

Curah hujan semakin tinggi pada pukul 15.00 WIB, dan pukul 18.25 WIB terjadi banjir bandang.

Banjir bandang diikuti material ranting kayu dan pasir ini melanda dua desa di Kecamatan Ijen yakni Desa Kalisat dan Desa Sempol.

Di Desa Kalisat terdapat 79 KK / rumah yang terdampak. Mereka berada di Dusun Sumberayu 23 KK, Dusun Kampung Baru 54 KK, dan Dusun Taman Kembar 2 KK.

Selain itu, banjir bandang juga membuat 2 bangunan sekolah, 1 kamar mandi umum, dan satu musala tertimbun material lumpur sisa banjir bandar.

Sedangkan di Desa Sempol terdapat 16 KK / rumah yang terdampak. Korban terdampak berada di Dusun Sempol II sebanyak 10 KK dan sisanya berada di Dusun Pesanggrahan.

Tak hanya itu, banjir bandang juga membuat 2 bangunan sekolah dan 1 gedung KUA di Desa Sempol rusak.

Melihat itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Forkopimda Jatim segera gerak cepat meluncur ke lokasi.

Di sana Khofifah, langsung menemui pengungsi dan dapur umum di Desa Kalisat.

Suhartini (38) menumpahkan segala kesedihannya di depan Khofifah. Haru dan diwarnai isak tangis serta pelukan.

“Bu, rumah kami hancur bu. Kami sudah tidak punya rumah lagi,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

“Dapur umum ini sangat membantu kami. Karena kami tidak mungkin memasak di rumah kami sendiri. Rumah kami tertimbun lumpur usai banjir semalam,” akunya.

Khofifah ditemani Pangdam V Brawijaya Farid Makruf dan Kapolda Jawa Timur Toni Harmanto, memastikan proses tanggap darurat bencana, logistik, kesehatan, dan relokasi tertangani.

Di lokasi bencana, di Desa Kalisat, Gubernur Khofifah meminta agar proses pengungsian berjalan aman dan tertata. Jangan sampai masyarakat yang mengungsi tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya.

“Selanjutnya butuh percepatan relokasi masa rekonstruksi nanti,” jelasnya.

“Logistik di dapur umum yang sudah disiapkan oleh Dinsos Jatim dan BPBD Jatim juga dari kabupaten,” tegasnya.

Di lokasi, Khofifah, menginstruksikan anggaran dana tak terdua atau bantuan tak terduga (BTT) bisa direalisasikan segera.

“Polong Pak Wakil Bupati dan Pak Bupati berkoordinasi dengan BPBD Provinsi yang hadir di sini supaya proses pengelolaan dana bisa disegerakan baik BTT bersumber dari kabupaten maupun provinsi,” ujarnya.

Ia pun mengimbau semua Kabupaten di Jatim yang lokasinya rentan terdampak bencana untuk siaga menyiapkan berbagai langkah mitigasi.

Tak cuma itu, masyarakat dapat bergotong-royong melakukan upaya pencegahan banjir dengan menanam varietas tanaman yang menguatkan tanah.

Di sini, BPBD Jatim dan Tagana Bondowoso telah mendirikan dapur umum di Masjid At Taqwa. Dapur bisa membuat 800 porsi makanan sekali masak.

Sementara itu Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Farid Makruf menyatakan kesiapannya turun tangan dalam penanganan bencana ini.

“Kami dari TNI dan Polri sangat siap membantu menangani bencana ini, apalagi akibat lumpur yang turun dari atas,” ia menegaskan.

“Kami bersyukur masyarakat secara cepat merespon bencana yang terjadi sehingga semua dapat ditangani dengan sigap dan baik,” ucapnya.

Di sini Khofifah menggelontor bantuan beras 300kg, 50 karton mie instan, minyak goreng 60 liter, 230 kaleng sarden, 2 karton pasta gigi, 3 karton sikat gigi, 1 karton shampoo, 1 karton sabun, 2 karton pembersih lantai, 20 buah alat kebersihan.

Kemudian 4 karton deterjen, 20 kasur, 20 tikar, 10 kardus makanan ringan, 5 kardus popok, 5 kardus pembalut, 3 kardus minuman energi, 3 kardus bubur instan.

Ditambah lagi 100 lembar selimut, 20 lembar terpal, 10 pasang sepatu boots, 5 buah kompor, 200 paket sembako, 1000 lembar gelangsing, 15 lembar terpal, dan 2 kardus makanan siap saji.(kim/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com