Pelantun Selawat Asyghil Termerdu di Depan Presiden Jokowi Ternyata Kondisinya Begini

Azzam dan Ibundanya berfoto bersama Gubernur Khofifah. (Pemprov Jatim)
Azzam dan Ibundanya berfoto bersama Gubernur Khofifah. (Pemprov Jatim)

Sidoarjo, blok-a.com – Satu dari empat pelantun selawat Asyghil di hadapan Presiden Joko Widodo, memiliki ciri khas tersendiri.

Mereka tanpa kecuali mendapat hadiah apresiasi dari Ketua Umum Muslimat yang juga jajaran Ketua di PBNU, Khofifah Indar Parawansa.

Para pelantun selawat ini sebelumnya sangat membanggakan karena berhasil lolos seleksi dari 634-an peserta se Indonesia, 23 Januari 2023 lalu.

Mereka terlihat perfect saat melantunkan selawat Asyghil di depan Presiden Joko Widodo dan tamu undangan puncak resepsi satu abad NU.

Diiringi orkestra dan komponis kesohor Adhie MS, pelantun selawat ini banyak menuai decak kagum.

Empat santri hebat pelantun selawat Asyghil adalah tiga berasal dari Pondok Pesantren di Jawa Timur. Satunya berasal dari Ambon, Provinsi Maluku.

Mereka adalah Sayed Hasan Syauqi Alaydrus dari Ponpes Al Anshar Ambon Maluku, Majda dari PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Azzam Nur Mu’jizat asal Tahfidz PP Bani Anwar/SLB PKK Gedeg Mojokerto dan Yasmin Najma Falihah dari PP Daarul Falah, Glenmore, Banyuwangi.

Khofifah Indar Parawansa, yang juga Gubernur Jawa Timur mengatakan para santri dengan suara merdu tersebut telah menyukseskan puncak resepsi satu abad NU.

“Kami memberi apresiasi kepada empat santri pemenang audisi Sholawat Agyghil yang diselenggarakan NU. Mereka memiliki suara indah dengan penghayatan yang bagus sekali dan layak kita beri penghargaan,” ujarnya.

Tiap orang dari mereka diberi hadiah Rp5 juta. Yang membanggakannya, tiga dari empat santri itu berasal dari pondok pesantren di Jawa Timur.

Khofifah berharap apresiasi ini, bisa menjadi penguat semangat dan motivasi dalam memperbanyak lantunan selawat. Serta mampu mengajak santri lain memperbanyak amal saleh.

Yang mencengangkan lagi dua di antaranya adalah penyandang disabilitas netra.

Sehingga apresiasi yang diberikan benar-benar menguatkan semangat mereka mengembangkan bakat dan talenta, kendati ada keterbatasan tak fisik bukan penghalang berprestasi.

Selawat Asyghil Populer

Menurut Khofifah, selawat Asyghil diakui sangat populer di banyak negara terutama di Indonesia.

Selawat ini merupakan ikhtiar memohon kepada Allah agar semua yang baik dipertemukan dengan yag baik pula, dijauhkan dari orang-orang dzalim.

Selawat Asyghil juga dinisbatkan kepada cicit Rasulullah Muhammad SAW, Imam Jafar Ash-Shadiq.

“Kita memohon supaya yang baik kita dipertemukan dengan yang baik dan dijaukan dari orang orang yang dzalim,” jelasnya.

Kondisi Pelantun

Dari keempat pelantun selawat Asyghil, salah satunya adalah Azzam Nur Mu’jizat.

Remaja usia 11 tahun ini kondisinya adalah disabilitas netra atau tuna netra.

Dia berasal dari Desa Gondang, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Dia mengaku bahagia mendapat hadiah dari Khofifah.

“Terima kasih Ibu Khofifah, semoga berkah,” ucapnya.

Ibunda Azzam, begitu larut bahagia. Kebanggaan bisa mendapat hadiah dari Gubernur.

Meski keterbatasan fisik, Azzam sejak lahir tidak memiliki kelopak mata namun bisa membahagiakan ibunya.

Dia percaya Azzam akan memiliki kepercayaan diri dan terus mengukir prestasi melalui bakat yang dimilikinya.

“Maturnuwun sekali, terima kasih Ibu Gubernur Khofifah, ” ujarnya lirih.

Dia speechless dan hanya bisa bilang terima kasih.

Bahagia dan haru. Anaknya yang kekurangan fisik ternyata mampu membahagiakan dan membuatnya bangga.(kim/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com