Puluhan Mahasiswa UB yang Keracunan Massal Sudah Dipulangkan

Universitas Brawijaya
Universitas Brawijaya.

Kota Malang, blok-a.com — Puluhan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dikabarkan mengalami keracunan massal saat melaksanakan kegiatan kampus. Para mahasiswa tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB).

“Ada 11 mahasiswa yang terkena diare sehingga dilarikan ke RSUB dan puskesmas,” ujar Adharul pada blok-a.com.

Adharul juga mengatakan bahwa ada beberapa mahasiswa lainnya yang mengalami gejala ringan seperti pusing dan lemas.

“Untuk yang gejala ringan seperti pusing dan lemas kita bawa ke kampus untuk pemeriksaan,” tuturnya.

Setelah mengetahui hak tersebut, akhirnya seluruh peserta dipulangkan dari kegiatan. Namun sebelum memulangkan, mereka memastikan peserta dalam kondisi baik terlebih dahulu.

“Seluruh peserta yang sudah dibawa ke kampus sudah dipastikan dalam kondisi baik sebelum pulang,” jelas Adharul.

Ia menerangkan, korban yang sebelumnya berada di RSUB dan puskesmas sudah dipulangkan ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat.

“Yang di RSUB juga sudah pulang sejak tadi sore,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak kampus masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang apa yang menjadi penyebab puluhan mahasiswa UB mengalami keracunan massal.

“Untuk penyebabnya kami masih berkoordinasi dengan dinkes untuk pendataan,” pungkas Adharul, Rabu (8/2/2023).

Sebelumnya, dari data yang berhasil di kumpulkan oleh Puskesmas Wagir, Kepala UPT Puskesmas Wagir, Prima Puspito Rini mengatakan indikasi keracunan yang dialami oleh mahasiswa FT UB itu terjadi setelah makan masakan dari warga setempat.

“Jadwal makan sore jam 15.00 dengan menu nasi putih dan capcay, makanan dimasak oleh warga desa Jedong didistribusi kemudian dibagikan kepada semua mahasiswa,” terang Prima saat dikonfirmasi, Rabu (08/02/2023).

“Di tambahkan lagi makanan untuk makan malam tambahan jam 21.00 dengan menu nasi putih dan telor bali,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata Prima, dari cerita pihak mahasiswa kejadian tersebut berlalu begitu cepat. Mahasiswa merasakan ciri-ciri keracunan mual, muntah, pusing dan diare setelah 3 hingga 6 jam mengonsumsi makanan tersebut.

Terpisah, Kepala Desa Wagir, Tekat menyebut masakan yang diberikan ke mahasiswa itu diolah langsung oleh warga. Makanan tersebut yakni tumis sayur buncis atau yang biasa disebut dengan oseng-oseng buncis oleh warga setempat.

“Masaknya setelah dhuhur, masak oseng oseng ucit (tumis buncis),” tegasnya saat dikonfirmasi blok-a.com, Selasa (07/02/2023).(len/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com