blok-A.com – Bencana gempa bumi di Cianjur menyisakan trauma mendalam bagi sebagian korban. Gempa berkekuatan magnitudo 5,6 ini memporak-porandakan sebagian wilayah Cianjur. Menewaskan setidaknya 165 korban jiwa.
Beberapa korban bahkan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami trauma berat.
Blok-a.com berhasil menghubungi salah satu korban, Warga Benjot KP Pangkalan, Kecamatan Cugenang, Bunga (25) (nama disamarkan), yang merupakan korban dengan trauma berat atas kejadian 21 November silam.
Wanita kelahiran Jombang ini mengalami trauma jika meraskan guncangan serta mendengar adanya bunyi sirine. Hingga hari ketiga pasca gempa, kondisinya semakin drop dan membutuhkan penanganan medis yang cukup serius.
“Sekarang saya lagi di rawat di rumah sakit, kondisiku drop karena kekurangan cairan sama ada trauma,” tuturnya saat dihubungi Blok-a.com, Jumat (25/11/2022).
Trauma yang dialami Bunga cukup berat, hal tersebut terdengar ketika sedang menjalaskan kronologi kejadian perkataannya masih terbata-bata.
Tak hanya dia, beberapa rekan kerjanya juga kini mengalami trauma yang sama. Bahkan ia kerap merasa ketakutan jika mendengar bunyi dentuman dan teriakan.
“Ini gak terjadi sama aku aja, semua orang teman teman kerja ku juga masih trauma dengan getaran. Sampai ada mobil polisi datang kan ada getaran, kita yang lagi tidur aja bisa kebangun langsung panik semua,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bunga menyebut gempa masih sering terjadi di Cianjur. Bahkan hari ini Jumat (25/11) dini hari, gempa susulan berkekuatan 4,1 masih terjadi.
“Disini (Cianjur) masih sering ada gempa, kadang 10 menit sekali kadang 7 menit sekali, kadang lama juga gak ada gempa tapi tiba tiba gempa gede lagi. Semalem juga gempa lagi kabarnya sekitar jam dua malam, lumayan gede 4,1,” jelasnya.
Sementara itu, tutur Bunga, kondisi di posko masih seadanya. Terlebih beberapa hari yang lalu Cianjur masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Tenda pengungsian pun mengalami kebocoran dan becek.
Bantuan yang telah dikirimkan masih minim. Beberapa kebutuhan pokok seperti makanan, minuman baju terutama baju dalam juga masih sangat dibutuhkan.
“Posko pengunggsian tenda tenda becek basah, kan di bangun seadanya dulu jadi tidak ada alasnya, cuma ada terpal jadi ya basah semua. Baju-baju kayak gak terselamatkan, jadi kita nunggu bantuan apalagi untuk dalaman itu butuh banget,” tutupnya.(ptu/lio)










Balas
Lihat komentar