blok-A.com — 10 anjing pelacak (K9) turut dikerahkan untuk mencari korban hilang akibat gempa dan longsor di Cianjur, Jawa Barat sejak Rabu (23/11).
Tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI-Polri, dan para relawan yang totalnya mencapai 6.000 personel. Dalam pencariannya, ditemukan sebanyak 43 korban meninggal dunia di Cugenang, Cianjur.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan bahwa salah satu anjing pelacak tersebut menemukan titik yang terindikasi adanya korban yang tertinbun dalam lumpur di Desa Cideli, Cianjur, Jawa Barat.
“Satwa K9 Ari dengan pawang Bripda Debi, berhasil menemukan satu titik sumber bau yang diperkirakan terdapatnya korban,” kata Dedi dalam keterangan resminya, Kamis (24/11).
Dedi menjelaskan, titik tersebut belum dapat ditindaklanjuti lantaran pada kemarin sore cuaca hujan deras terjadi. Sehingga, tidak aman untuk dilakukan pelacakan lanjutan maupun evakuasi korban.
“Hari ini tim gabungan melanjutkan proses tersebut dan akan terus berkoordinasi untuk mengevakuasi korban yang diduga ada di titik itu,” ucap Dedi.
Dedi menambahkan bahwa faktor cuaca memang menentukan proses evakuasi korban. Terlebih, masih ada desa yang terisolir karena akses jalan yang terputus.
Untuk diketahui, data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga kini jumlah korban hilang tercatat 40 orang. Kemudian, pengungsi telah mencapai 61.908 orang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per hari Rabu (23/11/2022), korban meninggal dunia dalam tragedi Gempa Cianjur mencabai 271 orang.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bahwa untuk sementara ini total korban yang masih dinyatakan hilang hingga saat ini tercatat ada 40 orang.
“39 orang (hilang) di Cugenang, satu di Warungkondang,” paparnya.(mg1/lio)










Balas
Lihat komentar