BKKBN Jatim Bersama Mitra Kerja Beri Edukasi Kespro dan Gizi Bagi Remaja

Saat para narasumber memberikan Edukasi Kesehatan Produksi (Kespro) dan gizi bagi remaja di Hotel Royal Jember. (blok-a.com/Anggun)

Jember, blok-a.com – Memasuki hari kedua, pelaksanaan konsolidasi dalam rangka percepatan penurunan stunting oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Ir H Nur Yasin kegiatan ini diisi dengan pemberian Edukasi Kesehatan Produksi (Kespro) dan gizi bagi remaja di Hotel Royal Jember, Selasa (22/11/2022).

Kepala UPT Balai Diklat KKB Jember, Ronald Stefen Rigo mengatakan, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ini harus dimiliki oleh para remaja. Untuk itulah perlunya informasi yang benar dan tepat dalam membahas dan mengedukasi organ ini. Tidak hanya bagaimana menjaga kesehatan dan fungsi organ reproduksi, tapi juga untuk menghindari remaja melakukan hal-hal yang menyimpang.

Kepala UPT Balai Diklat KKB Jember, Ronald Stefen Rigo.

Menurutnya, tidak hanya para remaja yang perlu mengerti, akan tetapi para orangtua yang telah memiliki anak remaja juga perlu memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi dan bagaimana menjaga kesehatan pada anak remajanya.

Dengan begitu, para remaja ini diharapkan mampu bertanggung jawab pada dirinya sendiri serta tidak melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri. 

“Remaja zaman sekarang ini perlu komunikasi yang baik dengan orang tua. Seperti tadi saat saya tanya pada audien, berapa menit waktu yang dipakai seorang anak untuk berbicara secara langsung dengan orang tuanya, mereka merspon dengan tertawa, karena kita tau remaja zaman sekarang lebih banyak berinteraksi dengan gadgetnya. Jadi Edukasi juga cara kita membangun komunikasi antar orang tua dan anak,” kata Ronald Stefen Rigo.

Ronald menyampaikan, bahwa banyaknya permasalahan-permasalahan remaja terkait seksualitas yang cenderung meningkat dapat diakibatkan beberapa faktor diantaranya sikap orang tua terhadap pendidikan seks yang masih dianggap tabu. Sehingga canggung saat mau membahas hal ini dengan anak remajanya.

Kepala DPPPAKB, Supri Handoko

“Sering terjadi hambatan-hambatan di karenakan kurangnya komunikasi antara orang tua dengan anak tentang hal ini, jadi anak lebih menutup diri dan tidak mau berkomunikasi,” jelasnya.

Jadi, Ia berpesan kepada orang tua agar menjadikan anak remajanya selayaknya sahabat. Sehingga ketika mereka bertanya tentang hal seksualitas para orangtualah yang memberikan pendidikan dan mengedukasinya.

“Kata kuncinya tadi adalah jadikanlah rumahku jadi surgaku dan keluargaku dan anakku jadi sahabat kita. Kalau kita tidak menjadikan anak itu sahabat kita komunikasi akan banyak bertentangan dengan yang diinginkan,” pungkasnya.

Senada dengan Ronald Stefen Rigo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember Suprihandoko juga mengatakan, peran orang tua sangat menentukan masa depan para remaja.

“Seorang ibu itu menentukan masa depan anak-anaknya, anaknya jadi bagaimana cara mendidik anak dan lain sebagainya terus 1001 cara bicara dengan remaja, ucapnya.

“Ternyata asal-muasalnya juga bahwa ada kegagalan dalam ketahanan keluarga faktanya di Jember ini. Bukti nyata ketahanan keluarga yang rapuh, hampir setiap hari kita mendengar perceraian dan lain sebagainya, terkait dengan masa depan generasi berikutnya ini masalah juga ketika keluarganya berantakan,” sambungnya.

Bukan hanya pentingnya peran pengetahuan kesehatan reproduksi remaja yang perlu diketahui. Suprihandoko juga menjelaskan, perlunya kecukupan gizi pada para remaja ini. Namun Ia menyayangkan kecukupan gizi ini yang sering diabaikan oleh para remaja itu sendiri.

“Banyak sekali remaja kita yang lebih tren disebut milenial makannya juga bergaya berbeda. Terkadang mereka tidak memprioritaskan makanan lokal yang justru padat gizi dan higienis. Malah mereka lebih senang mengkonsumsi makanan yang lebelnya tidak jelas,” ungkapnya.

Dan khusus di Kabupaten Jember menurut Kepala DP3AKB Jember menyampaikan, bahwa Ia memberikan apresiasi pada Forum Anak Jember. Karena sudah mengampanyekan dan berkomitmen untuk tidak akan makan makanan yang belum jelas lebel makanannya.

“Makanya saya tadi menyampaikan, bahwa memberikan apresiasi yang luar biasa kepada “Forum Anak Jember” yang sudah berkomitmen bahwa dia tidak akan makan makanan sebelum jelas lebel makannya, gizinya berapa, ada unsur apa didalamnya ini sesuatu yang sangat spektakuler,” jelasnya. (Anggun)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com