Tim Gabungan Aremania Dukung Otopsi untuk Ungkap Fakta Penyebab Meninggalnya Suporter

Tragedi Kelam Kanjuruhan Otopsi Korban Tim Gabungan Aremania
Markas Tim Gabungan Aremania di Kota Malang, Kamis (13/10/2022) (blok-A/Defrico Alfan)

Kota Malang, blok-A.com – Tim Gabungan Aremania dukung adanya otopsi korban tragedi kelam Kanjuruhan, Kamis (13/10/2022).

Sekitar pukul 13.30 WIB, blok-A.com ketemu salah satu Tim Gabungan Aremania, Andi. Ia menjelaskan bahwa bersama timnya, mendukung penuh untuk mengungkap fakta bersama secepatnya.

“Kita kesepakati mas, terbentuknya tidak tim ini terlepas dari kata usut tuntas, kita setuju dengan otopsi,” ujar Andi.

Andi menjelaskan bahwa Tim Gabungan Aremania membentuk posko pengaduan di Jalan Kawi No.24 C Kota Malang, Gedung DPD KNPI.

Ia bersama timnya membuka bagi siapapun yang membutuhkan trauma healing, pihaknya siap untuk membantu.

Trauma healing ini untuk menyembuhkan kondisi psikologis keluarga korban atau korban selamat. Sebab hingga kini masih banyak ditemukan keluarga korban yang kondisi psikologisnya masih tidak stabil.

“Kita semua mas, mulai dari posko pengaduan, sampai ada posko trauma healing kita siapkan disini,” ucapnya.

“Buat teman-teman, ini hotline dari Tim Gabungan Aremania, 081333010152,” tambahnya.

Sejauh ini, data korban meninggal dari Tim Gabungan Aremania yaitu sebanyak 131 ditambah satu aremanita, menjadi 132 korban jiwa.

“Kami memberi atensi pada korban tersebut yakni berjumlah 132. Kita ikutin sesuai yang di lapangan, kami harap jangan sampai ada tambahan korban meninggal lagi,” ungkapnya.

Selama mecari fakta di lapangan, Tim Gabungan Aremania merasa terbantu oleh dukungan-dukungan luar dari suporter Aremania luar kota, himpunan mahasiswa, korwil-korwil, untuk menjembatani komunikasi kepada keluarga korban Kanjuruhan, demi mengungkap fakta dilapangan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dari teman-teman selama ini tidak ada kendala dalam mencari fakta. Untungnya, kita dibantu juga dengan pihak luar, agar mudah mengkomunikasikan dengan keluarga korban,” tuturny.

Selain itu juga, terkait berita yang beredar tentang perbedaan gas air mata. Andi meyakini bahwa pengungkapan fakta dibalik gas air mata, adalah dengan cara otopsi.

“Dari Tim Gabungan Aremania, yang bisa membuktikan ganasnya gas air mata yaitu ya karena hasil otopsi, masalah otopsi kita serahkan ke pihak pihak terkait,” tutup Andi
(rco/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com