Malang, blok-A.com – Penutupan pintu sejumlah gate di Stadion Kanjuruhan diduga kuat menjadi sebab tragedi kelam yang menewaskan ratusan orang.
Lalu, siapa yang menutup gate pintu itu?
Komisi Disiplin PSSI, Erwin Tobing meuturkan bahwa telah melakukan investigasi untuk menemukan siapa penutup pintu di tragedi kelam Kanjuruhan.
Erwin telah bertanya ke ketua Panitia Penyelenggara, Abdul Haris terkait siapa yang menutup pintu gate itu. Namun Haris hanya menuturkan kuncinya dipasrahkan ke satpam saat Tragedi Kelam Kanjuruhan.
Untuk diketahi, pintu gate itu musti dibuka beberapa menit sebelum pertandingan berakhir. Namun dari video yang beredar dan penuturan saksi mata pintu gate itu tertutup sampai pertandingan berakhir. Sehingga hal itupun diduga jadi penyebab suporter berdesakan saat gas air mata meluncur dan ratusan orang meninggal.
“Kita tanya dengan saudara Haris (Ketua Panpel) pengelolah gedung, pak kita disetiap event kita kasihkan ke panitia kuncinya,” ujarnya ditemui di salah satu hotel Kota Malang, Selasa (2/4/2022).
Penutupan pintu gate yang menyebabkan ratusan korban itu sendiri, kata Erwin terjadi di pintu gate 10, 11, 12, dan 13 atau sisi tribun selatan. Akhirnya, gegara pintu itu terkunci, kata Erwin, gas asap membuat suporter hendak keluar tapi tidak bisa. Akhirnya terjadi penumpukan di ruang sempit itu.
“Geraknya sedikit saling merebut masuk ke suatu tempat pintu keluar dan tidak terbuka pintu itu terjadi penumpukan ada asap,” kata dia.
Erwin pun menuturkan, Haris mengaku semua pintu gate itu telah dibuka. Namun kenyataan berkata lain. Kelalaian itu pun musti dibayar tewasnya ratusan korban jiwa.
“Saya katakan jika panitia pelaksana sudah menganggap ini tugas rutin kewaspadaannya hilang. Harusnya sudah di cek pintu besar harus dibuka,” imbuhnya.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan, penutupan pintu itu tidak diperintahkan oleh pihak kepolisian. Namun hingga kini tim investigasi dari Polri belum bisa menemukan dalang penutupan gate itu.
Tim investigasi yang terdiri dari Bareskrim Polri dan Polda Jatim melalui tim Labfor itu kini tengah memeriksa enam CCTV yang terletak di enam gate 3, 9, 10, 11, 12, dan 13.
Pemeriksaan CCTV itu pun, kata Dedi, bisa jadi titik terang untuk siapa orang yang menutup kunci.
“Dari analisa sementara di sini titik korban cukup banyak jadi perlu kehatihatian dari labfor bisa jadi alat bukti sebelum menetapkan tersangka terhadap seseorang,” tutupnya saat konferensi pers di Mapolres Malang. (ptu/bob)










Balas
Lihat komentar