Kota Malang, blok-A.com – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) kota Malang merupakan salah satu rumah sakit yang menjadi rujukkan penanganan korban pada tragedi Kanjuruhan, Senin (3/10/2022).
Sebanyak 21 korban yang meninggal dunia sudah di serahkan langsung oleh pihak keluarga pada hari Minggu. Hal terebut disampaikan langsung oleh Kepala Sub Bagian Humas RSSA kota Malang, Deny Verry.
“21 jenazah yang kami tanggani di RSSA kota Malang, kemarin sudah di serahkan langsung ke rumah duka masing masing,” ungkapnya saat ditemui blok-A.com.
Update terkini pukul 12.30, terdapat 21 pasien yang sesang menjalani perawatan di RSSA kota Malang. Yang terdiri dari lima pasien di UGD, enam pasien di ICU dan 20 pasien di rawat di ruang perawatan.
“Tadi pagi masih ada 26 pasien, sekarang dari data yang terupdate saya terima di jam 12.30 sebanyak 21, dan yang berada di ICU sebanyak 6 pasien,” paparnya.
Deny juga menambahkan, menurut Direktur RSSA kota Malang saat konferensi pers permasalah yang banyak dihadapi oleh korban tragedi Kanjuruhan salah satunya yakni gagar otak.
“Gagar otak berat, pernafasan dan patah tulang, jadi yang berat berat di ICU namun yang luka sedang dan ringan di ruang perawatan,” tambahnya.
Saat disinggung terkait dominasi korban tragedi Kanjuruhan yang menjalani perawat di RSSA kota Malang, Deny mengatakan kebanyakan pasien berdomisili di Kabupaten Malang.
“Yang di ruang ICU kebanyakan korban dari Kabupaten dan ada satu dari Blitar,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Deny juga mengatakan hingga saat ia sudah mendapati dua keluarga yang mencari keberadaan korban yang belum ditemukan.
“Dari kemarin sebanyak dua kasus yang menanyakan ke kami, kemarin ada dari Tulungagung dan ini tadi dari Gondanglegi Turen tapi korban tidak berada di RSSA,”pungkasnya.
(mg2/ptu)










Balas
Lihat komentar