Kota Malang, blok-A.com – Narapidana di Lapas Kelas 1 Lowokwaru Malang ditemukan bunuh diri, Selasa (27/09/2022).
Narapidana itu meninggal dunia dengan cara gantung diri menggunakan tali tampar. Diduga ia bunuh diri sekitar pukul 07.50.
Kepala Lapas (Kalapas) Lowokwaru Malang, Heri Azhari mengatakan, sebelum bunuh diri, tidak ada gerak-gerik mencurigakan dari narapidana.
Buktinya ialah dia sudah bertanya ke beberapa teman narapidana itu. Hasilnya semua teman narapidana itu menyatakan, kondisi narapidana itu baik-baik saja.
“Enjoy kok dia ya gak ada yang aneh. Semua kegiatannya diikuti normal,” tuturnya saat ditemui, Selasa (27/09/2022).
Namun, Heri menduga, bunuh dirinya narapidana itu disebabkan banyak pikiran. Dia menduga kasus yang menyebabkan narapidana itu masuk di lapas itu adalah penyebabnya.
“Karena kasus bisa jadi, tapi kami tidak bisa memastikan itu. Dia tidak gelisah,” tuturnya.
Untuk diketahui dari berbagai sumber yang dikumpulkan blok-A.com, narapidana itu masuk Lapas karena kasus pembunuhan. Dia waktu itu dijerat dengan pasal 340 karena membunuh istrinya sendiri pada tahun 2020 lalu.
Heri menambahkan, juga ada dugaan narapidana ini kemungkinan juga bunuh diri karena harta warisan. Namun dugaan itu berdasarkan selentingan belaka.
“Tidak ada gelisah di raut wajahnya. Cuma ada selentingan terkait pembagian harta warisan,” paparnya.
Sebenarnya, Heri menejlaskan, penjagaan dan pengawasan di Lapas Lowokwaru Malang sudah optimal.
Ada CCTV terpasang dan di setiap pos juga ada penjaga. Namun narapidana ini memang memilih tempat yanh sepi.
“Pengawasan sudah dilakukan ada petugas yang mengawasi. Tetapi cela itu karena mau bunuh diri cari tempat yang tidak dilihat banyak orang,” ujarnya.
Dia pun menjelaskan, korban ditemukan sekitar satu jam setelah ia bunuh diri.
“Saat ditemukan almarhum diperkirakan dalam konfisi meninggal selama satu jam. Karena 07.50 pekerja di sekitar lokasi (bunuh diri) keluar, 09.30 ditemukan,” katanya.
Heri pun mengaku, keluarga korban telah menerima kematian itu karena murni bunuh diri. Hasil medis pun juga memperkuat bahwa memang narapidana itu meninggal karena gantung diri. (bob)










Balas
Lihat komentar