Ketika Kanal Venesia yang Cantik Itu Tengah Mengering

Kanal kering saat air surut di bulan Februari di Venesia, Italia. (© Alessandro Bremec/Nurphoto via Getty Images)
Kanal kering saat air surut di bulan Februari di Venesia, Italia. (© Alessandro Bremec/Nurphoto via Getty Images)

blok-a.com Keindahan Kanal-kanal di Venesia, Italia, belakangan tengah memudar. Air yang memenuhi kanal tengah mengering, bahkan mencapai level rendah pada akhir Februari lalu.

Alhasil, gondola atau perahu dayung tradisional, taksi air, hingga ambulans tak lagi bisa melewati kanal-kanal tersebut.

Fenomena ini membuat para pemilik gondola kehilangan mata pencahariannya. Perahu-perahu mereka yang biasanya digunakan untuk melayani wisatawan harus terparkir sementara.

Menurut laporan AP, bukti perubahan iklim telah mengakibatkan naiknya permukaan laut di Venesia, yang juga sering menyebabkan banjir dan erosi laguna. Atau, baru-baru ini, kanal-kanal yang menjadi ikon kota itu mengering.

Laporan AP menyebut, karena gelombang pasang surut yang berkepanjangan, banyak kanal kecil di Venesia mengering, membebani kehidupan sehari-hari warga setempat.

Gondola merapat di sepanjang kanal dengan ketinggian air yang rendah selama air pasang rendah di Venesia, Italia, Sabtu, 18 Februari 2023. (Luigi Costantini | AP)
Gondola merapat di sepanjang kanal dengan ketinggian air yang rendah selama air pasang rendah di Venesia, Italia, Sabtu, 18 Februari 2023. (Luigi Costantini | AP)
Gondola merapat di kanal kering selama air surut di Venesia, Italia, Senin, 20 Februari 2023. (Luigi costantini/AP)
Gondola merapat di kanal kering selama air surut di Venesia, Italia, Senin, 20 Februari 2023. (Luigi costantini/AP)
Pemandangan kanal kering selama gelombang rendah di Venesia, Italia, Selasa, 21 Februari 2023. (Luigi Costantini/AP
Pemandangan kanal kering selama gelombang rendah di Venesia, Italia, Selasa, 21 Februari 2023. (Luigi Costantini/AP)
Perahu merapat di sepanjang kanal selama air surut di Venesia, Italia, Senin, 20 Februari 2023. (Luigi Costantini/AP)
Perahu merapat di sepanjang kanal selama air surut di Venesia, Italia, Senin, 20 Februari 2023. (Luigi Costantini/AP)

Kanal kering berarti transportasi tidak bisa berfungsi. Dan yang paling mengkhawatirkan, kapal ambulans yang mengandalkan kanal tidak dapat mengakses seluruh area kota.

Masalah Venesia diyakini akibat sejumlah faktor dari mulai bulan purnama, arus laut, kurangnya curah hujan, sampai tekanan atmosfer tinggi. Sungai-sungai dan danau-danau di Italia saat ini menderita kekurangan air parah.

Menurut ilmuwan lingkungan dan analis pembangunan berkelanjutan asal Italia, Jane Da Mosto, selain faktor-faktor di atas, mengeringnya kanal di Venesia juga bisa disebabkan hal lain.

“Kebutuhan yang terlambat untuk membersihkan jaringan kanal dalam Venesia, juga kemungkinan menjadi penyebabnya, serta kurangnya pencairan salju Alpine, yang jadi masalah di seluruh Italia utara,” ungkapnya, dilansir blok-a.com, Kamis (2/3/2023).

Dalam sebuah buku berjudul Venice, an Odyssey: Hope, Anger, anda Future of Cities, salah satu penulis Inggris, Neal Robbins, pernah menuliskan tentang kondisi Venesia.

“Venesia lebih rapuh daripada kota-kota lain, jadi, seperti burung kenari yang dikurung di area tambang, yang sensitivitasnya memperingatkan penambang akan gas beracun, nasibnya mungkin menjadi peringatan bagi kita semua,” tulis Neal Robbins.

Sementara, ilmuwan lingkungan senior di Venice’s CNR Institute for Polar Sciences, Dr Warren Cairns, justru tak langsung menyimpulkan perubahan iklim yang memengaruhi keringnya kanal Venesia.

“Sulit untuk menghubungkan peristiwa khusus ini dengan perubahan iklim. Ini berkaitan dengan gelombang bulan rendah dan tekanan tinggi di Italia,” jelasnya.

“Tekanan tinggi telah telah melampaui kita begitu lama, sehingga akhirnya bertepatan dengan gelombang bulan rendah, menyebabkan air yang sangat rendah,” kata Cairns.

Ketika pasang surut rendah, ketinggian air di kanal menurun. Menyisakan lumpur yang melapisi dasar kanal tersebut.

“Itu tidak cantik, tapi itu wajar,” katanya. (lio)

Exit mobile version