Kembangkan Desa Wisata, Bupati Malang Gagas Kafe Apung di Karangkates

Bupati Malang bersama rombongan meninjau Desa Wisata di Bendungan Karangkates, Sumberpucung, Kabupaten Malang (Humas Pemkab Malang for Blok-a.com)
Bupati Malang bersama rombongan meninjau Desa Wisata di Bendungan Karangkates, Sumberpucung, Kabupaten Malang (Humas Pemkab Malang for Blok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mengupayakan pengembangan desa wisata dengan mengoptimalkan potensi yang ada.

Melihat potensi wisata yang cukup pesat di Karangkates, Bupati Malang, Sanusi sarankan masyarakat untuk manfaatkan bendungan ikoni Kabupaten Malang itu untuk destinasi wisata bertajuk kafe apung.

Sembari mengoptimalkan potensi yang ada, orang nomor satu di jajaran Pemkab Malang ini terus mendorong masyarakat untuk berinovasi. Hal tersebut dilakukan guna menciptakan ikon wisata di wilayah Kabupaten Malang.

“Mudah-mudahan nanti di Sumberpucung terutama di Desa Karangkates menjadi ikon wisata di Kabupaten Malang,” tutur Sanusi saat ditemui usai jelajah wisata, Sabtu (17/06/2023).

Untuk mencapai itu, ia mengharapkan ada kerja sama antara stakeholder terkait. Yakni masyarakat, investor maupun pemerintah dengan pihak yang memiliki kewenangan Bendungan Lahor yakni Jasa Tirta.

“Kerjasama harus terjalin, baik dengan Jasa Tirta, karena pemiliknya Jasa Tirta. Nanti pembinanya camat bersama Dinas Pariwisata. Terkait promosi itu bisa melalui Dinas Pariwisata ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sehingga nanti wisatanya bisa dikenal secara nasional,” lanjutnya.

Dikatakan Sanusi, kafe apung Karangkates itu nantinya akan dikonsep seperti restoran yang ada di China.

Tentunya dengan konsep yang lebih menarik, yakni dengan menikmati makanan dengan mengelilingi bendungan menggunakan perahu.

“Jadi makan sambil nanti keliling danau. Setelah habis, selesai satu jam, landing lagi. Kalau sudah penuh jalan lagi, ada perahu, kafe berjalan,” terangnya.

Dianggap menarik, sebab menurutnya konsep tersebut masih jarang dijumpai di wilayah lain.

Sehingga jika dikemas dengan apik, wisata tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan maupun investor luar.

“Karena sekarang ini lagi marak kafe-kafe itu yang banyak lampu-lampu berkelip, sehingga itu bisa menjadi tambahan spot untuk wisatanya,” pungkasnya. (ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?