Isu Demo Anarkis Reda, Wisatawan di Kota Malang Meningkat Kembali

Tampak depan Kampung Kayutangan Heritage (Mahasiswa Magang Unitri, Akroman)
Tampak depan Kampung Kayutangan Heritage (Mahasiswa Magang Unitri, Akroman)

Kota Malang, blok-a.com – Setelah sempat terdampak isu demo anarkis beberapa hari lalu, kondisi pariwisata di Kota Malang kembali menggeliat. Pada momen libur panjang akhir pekan ini, tingkat kunjungan wisatawan mulai menunjukkan pemulihan signifikan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebutkan bahwa tingkat hunian hotel dan kepadatan lalu lintas menjadi tolak ukur kembalinya kepercayaan wisatawan untuk berkunjung.

“Laporan dari PHRI, tingkat hunian hotel sudah normal kembali, berada di kisaran 80 hingga 90 persen. Artinya kunjungan wisatawan di Kota Malang sudah pulih,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).

Selain itu, aktivitas lalu lintas di beberapa ruas jalan utama Kota Malang juga kembali padat. Baihaqi menilai hal tersebut sebagai indikator lain bahwa wisatawan mulai berdatangan kembali.

“Kepadatan lalu lintas saat long weekend ini menjadi salah satu ukuran. Jalan-jalan sudah seperti sedia kala, menandakan wisatawan normal kembali,” tambahnya.

Sebelumnya, demo yang berujung ricuh sempat membuat sejumlah toko di kawasan wisata heritage Kayutangan memilih tutup demi keamanan. Kondisi tersebut turut memengaruhi tingkat kunjungan, bahkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sempat menunjukkan penurunan okupansi hotel hingga 50 persen.

Namun, pemulihan mulai terlihat. Menurut Baihaqi, destinasi unggulan seperti Kampung Kayutangan Heritage kembali ramai dikunjungi.

“Sebelum kejadian, rata-rata kunjungan bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 wisatawan per hari. Setelah sempat turun, kini kunjungan sudah pulih kembali,” jelas Baihaqi.

Ia menegaskan, pulihnya kondisi pariwisata tak lepas dari kerja sama pemerintah daerah, aparat, masyarakat, hingga komunitas yang menjaga kondusivitas kota.

“Upaya sinergi ini menunjukkan bahwa Kota Malang tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi wisatawan,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version