Efisiensi Anggaran Sudah Berdampak ke Hotel di Malang, Pesanan Kamar hingga Acara Dibatalkan

Kadisparbud Kabupaten Malang, Purwoto menggelar pertemuan antara Stakeholder Wisata di Malang Timur (Dok. Humas Disparbud Kabupaten Malang)
Kadisparbud Kabupaten Malang, Purwoto menggelar pertemuan antara Stakeholder Wisata di Malang Timur (Dok. Humas Disparbud Kabupaten Malang)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Efisiensi Anggaran mulai berdampak ke sejumlah penginapan atau hotel di Malang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Purwoto ke blok-a.com, Kamis (6/3/2025).

Seperti diketahui, efisiensi anggaran yang merujuk dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 itu memangkas salah satunya anggaran untuk perjalanan dinas dan juga sejumlah kegiatan seremonial.

Purwoto bercerita pengelola atau pemilik hotel di Malang sambat kepadanya saat pertemuan beberapa waktu lalu.

“Kemarin orang-orang yang kita undang sama-sama sambat kok,” kata dia.

Dia menjelaskan, sambatan pemilik hotel di Malang itu karena pembatalan pesanan kamar ataupun ruangan di hotel tersebut.

“Mereka sudah booking hotel dibatalkan. Booming event dibatalkan. Terutsma yang pemerintahan atau goverment kegiatan-kegiatan goverment,” tuturnya.

Dia sayangnya tidak mengetahui berapa kamar atau event yang dibatalkan itu. Namun dia menyebut, hotel-hotel besar di Malang seperti Hotel Aris Gajayana, Grand Mercure, hingga Savana mengaku telah mengalami pembatalan pesanan.

“Wah kalau anune (datanya) gak tahu. Banyak kemarin yang datang ke kami, hotel di Kota Malang, Aria Gajayna, Mercure dan Savana. Iya termasuk (hotel di) Kabupaten Malang,” jelasnya.

Dia menjelaskan, kegiatan-kegiatan yang dibatalkan itu yang sudah dipesan pada bulan Mei hingga Juni.

“Ini sek bulan Maret, kegiatan-kehiatan yang sudah booking Mei, bulan Juni bookingnya kan sekarang. Itu sudah dibatalno. Termasuk di Kabupaten Malang tentunya,” kata dia.

Pembatalan kegiatan di hotel-hotel ini pun, kata Purwoto, bakal mempengaruhi target kunjungan wisatawan di Kabupaten Malang.

Dia menjelaskan, target kunjungan wisatawan di tahun 2025 ini adalah sama seperti tahun 2024, yakni 4,3 juta wisatawan kurang lebih.

“Itu sangat berpengaruh pada capaian kunjungan kita. Kan yang berkurang itu kan dari goverment tapi kalau masyarakat kan gak. Lah kami mencoba dan berupaya meningkatkan (kunjungan wisatawan) dari masyarakat umum,” tambahnya.

Upaya untuk mencapai kunjungan wisatawan itu sendiri dilakukan Disparbud Kabupaten Malang dengan membuat program Travel Pattern yang mulai digagas di Malang Timur.

Di program itu, wisatawan bakal diarahkan untuk berkunjung dan menginap hingga berkuliner di wilayah Malang Timur, yang meliputi, Kecamatan, Pakis, Jabung, Poncokusumo, Wajak, hingga Ampelgading, dan Tirtoyudo. (bob)

Exit mobile version