Kabupaten Malang, blok-a.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menggagas program Travel Pattern di tahun 2025 ini.
Program ini merupakan trobosan untuk menghubungkan seluruh tempat wisata dan pendukungnya, seperti rumah makan, hingga penginapan di Kabupaten Malang.
Dalam program Travel Pattern ini nantinya bakal dibagi empat sisi sesuai arah mata angin. Pertama yang dijadikan contoh adalah di Malang Timur.
“Kemarin Travel Pattern itu kan pola perjalanan wisata itu namanya Travel Pattern,” kata Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Purwoto ke blok-a.com, Kamis (6/3/2025).
Purwoto menjelaskan, Travel Pattern yang bakal diterapkan di Malang Timur ini bakal mengganti pola perjalanan wisata yang menuju ke timur Kabupaten Malang.
Jika biasanya, kata Purwoto, wisatawan bakal dibawa ke Gunung Bromo oleh travel atau biro wisata lalu lanjut ke Kota Malang atau ke Kota Batu, kini pola itu akan berubah.
Dengan Travel Pattern ini, wisatawan yang menuju ke Gunung Bromo bakal diarahkan ke tempat-tempat wisata juga di kawasan Malang Timur. Menginapnya juga pun bakal diarahkan di kawasan Malang Timur.
“Kita ingin memulai dari Malang Timur karena selama ini pola perjalanan wisata ke Malang Timur itu cenderung orang nginep di Kota Malang kemudian menuju ke Bromo setelah itu balik ke Kota Malang dan lain sebagainya,” jelasnya.

“Padahal di Malang Timur punya banyak tempat wisata pendukung, tempat malan, penginapan juga ada,” tambahnya.
Purwoto pun beberapa waktu lalu telah mempertemukan pemilik tempat wisata, pemilik restoran, pemilik penginapan dengan pemilik travel, agen, atau biro wisata, hingga paguyuban Jeep di Malang Timur.
Di pertemuan itu, semua stakeholder wisata itu saling membahas soal Pattern Wisata.
“Kita ingin mengarahkan agar apa wisata yang di sana itu harus dikunjungi. Ketika wisatawan ke Bromo, mereka juga harus ke Coban Pelangi, mampir juga ke Padepokan Mangin Dharmo, mampir juga ke Candi Jago, Candi Kidal, dan mampir ke Wendir,” kata dia.
Malang Timur sendiri terdiri dari Kecamatan Pakis, Jabung, Poncokusumo, Tuten, Tirtoyudo, dan Ampelgading.
Hasil dari pertemuan itu, kata Purwoto, sudah ada kesepakatan antara agen travel dan juga pemilik wisata hingga penginapan. Mereka berencana untuk membuat paket tour Malang Timur.
“Misal travel membawa 50 orang nanti 50 orang harga paketnya berapa, dibawa kemana saja, kemana sajanya itu tergantung mereka, deal-dealsnnya antara pemilik travel dengan pemilik wisata, pemilik restoran kan itu,” kata dia.
Dari pertemuan di New Wisata Wendit di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu itu juga menjadi signal positif akan dunia wisata di Malang Timur.
“Dari pertemuan itu ternyata mereka banyak yang gak tahu bahwa di Malang Timur itu banyak penginapan. Kalau mereka gak kita pertemukan mereka gak ada yang tahu,” tuturnya.
Travel Pattern ini sendiri dibuat Disparbud Kabupaten Malang untuk meningkatkan perekonomian pemilik wisata dan pendukung tempat wisata di Malang Timur.
“Tentu juga ini untuk mencapai target wisatawan kita di tahun 2025 dimana tahun ini kan juga ada efisiensi anggaran,” tuturnya.
Jika Travel Pattern ini berhasil di Malang Timur, Purwoto juga akan melakukan hal yang sama di Malang Barat, Utara, dan Selatan.
“Iya nanti kita lamukan di Malang utara, barat, selatan seputaran Kawi,” tutupnya. (bob)




