Kota Malang, Blok-a.com – Malang telah lama dikenal sebagai kota destinasi wisata keluarga yang menawarkan udara sejuk pegunungan dan beragam atraksi edukatif. Kombinasi antara keindahan alam dan nilai pendidikan menjadikan kota ini pilihan utama keluarga saat musim liburan sekolah.
Wisata edukatif tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar interaktif yang berharga. Anak-anak dapat menambah wawasan, mengembangkan kreativitas, sekaligus mengenal sejarah dan budaya Indonesia melalui cara yang menyenangkan.
Berikut rekomendasi lima destinasi wisata edukatif terbaik di Malang yang wajib dikunjungi bersama keluarga:
1. Kampung Wisata Keramik Dinoyo
Alamat: Jl. MT Haryono 9 No.336, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang
Jam Operasional: Setiap hari, 08.00 – 15.00 WIB
Harga Tiket: Gratis
Kampung Wisata Keramik Dinoyo merupakan destinasi unik yang memadukan wisata dengan pelestarian kerajinan tradisional. Kawasan ini menampung 24 toko yang dikelola langsung oleh pengrajin keramik lokal.
Pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan keramik secara langsung, mulai dari pembentukan hingga pembakaran. Yang menarik, anak-anak juga diperbolehkan mencoba membuat keramik sendiri menggunakan bahan tanah liat dan glasir di bawah bimbingan pengrajin berpengalaman.
Berbagai produk keramik tersedia sebagai oleh-oleh, mulai dari vas hias, mug, cangkir mini, teko unik, hingga aneka hiasan dan suvenir dengan harga terjangkau.
2. Museum Brawijaya
Alamat: Jalan Besar Ijen Nomor 25A, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang
Jam Operasional: Setiap hari, 08.00 – 15.00 WIB
Harga Tiket: Rp 5.000 (dewasa), Rp 3.000 (anak-anak)
Museum Brawijaya menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan koleksi lebih dari 10.000 artefak bersejarah. Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan pahlawan, termasuk kendaraan perang, seragam militer, senjata tradisional, dan koleksi keris pusaka.
Salah satu koleksi paling menarik perhatian adalah Gerbong Maut yang pernah digunakan untuk mengangkut tawanan perang dari Bondowoso ke Surabaya. Museum ini juga memamerkan mortir buatan pejuang Indonesia yang dibuat dari bahan tiang listrik dan telepon pada 1945, dengan kaliber 50 dan 90 milimeter.
Fasilitas pendukung yang tersedia meliputi perpustakaan sejarah, masjid, dan area parkir yang luas, menjadikan museum ini tempat edukasi sejarah yang nyaman untuk keluarga.
3. Museum Mpu Purwa
Alamat: Perumahan Griya Santa, Jl. Soekarno Hatta No.210 Blok B, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang
Jam Operasional: Selasa-Minggu 08.30-15.00 WIB, Jumat 08.00-14.00 WIB (Tutup Senin)
Harga Tiket: Gratis (registrasi dengan scan barcode)
Museum Mpu Purwa menyimpan 136 koleksi benda bersejarah yang mencakup periode prasejarah hingga era kerajaan Hindu-Buddha di Jawa. Koleksi museum ini terdiri dari peninggalan Kerajaan Kanjuruhan, Mataram Kuno, Kediri, Singosari, dan Majapahit.
Artefak yang dipamerkan meliputi prasasti kuno, arca-arca bersejarah, makara, lingga, dan berbagai benda purbakala lainnya. Untuk periode prasejarah, museum ini memiliki koleksi Batu Pelor, Batu Lumpang, dan Batu Gores yang memberikan gambaran kehidupan manusia purba di Jawa Timur.
Sistem tiket gratis dengan registrasi digital memudahkan pengunjung untuk menikmati edukasi sejarah tanpa beban biaya.
4. Kampung Wisata 100 Topeng
Alamat: Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang
Jam Operasional: Setiap hari, 07.00 – 16.00 WIB
Harga Tiket: Rp 5.000 per orang
Kampung ini memiliki sejarah transformasi yang inspiratif. Awalnya merupakan lokasi penampungan gelandangan dan pengemis, namun berkat program pemerintah “Desaku Menanti”, berubah menjadi destinasi wisata budaya yang menarik.
Topeng Malangan menjadi daya tarik utama dengan karakteristik wajah yang realistis dan pewarnaan yang khas. Setiap warna memiliki makna filosofis: merah melambangkan keberanian, putih kesucian, kuning kemuliaan, hijau kedamaian, dan hitam ketegasan.
Pengunjung dapat berfoto dengan dua topeng raksasa berukuran 7,5 meter x 5 meter, mengikuti workshop pembuatan topeng, atau sekadar mewarnai topeng sebagai aktivitas kreatif. Topeng dapat dibeli sebagai oleh-oleh dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 35.000.
5. Indonesian Old Cinema Museum
Alamat: Jl. Soekarno Hatta No.45, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang
Jam Operasional: Setiap hari, 10.00 – 22.00 WIB
Harga Tiket: Gratis
Museum ini didedikasikan untuk melestarikan warisan perfilman Indonesia melalui koleksi pribadi yang komprehensif. Pengunjung dapat melihat poster film klasik, gulungan film seluloid, majalah film lawas, tiket bioskop vintage, selebaran promosi, dan spanduk layar tancap.
Pameran interaktif menyajikan informasi mendalam tentang tokoh-tokoh penting seperti Usmar Ismail yang dikenal sebagai Bapak Perfilman Nasional. Museum ini juga menyelenggarakan program edukasi tentang teknik pembuatan film, evolusi genre film Indonesia, dan tantangan industri perfilman nasional.
Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, museum ini berperan aktif sebagai pusat edukasi yang memperkenalkan sejarah sinema Indonesia kepada generasi muda. (mg1/gni)









