KOTA MALANG – Di bawah naungan PT Bentoel, Arema pernah berjaya. Pada medio 2003 hingga 2009 sejumlah piala masuk di hall of fame Arema.
Di balik itu semua ada biaya yang tak sedikit dikeluarkan. Sejumlah pemain bintang dibeli seperti Joao Carlos, hingga Aris Budi Prasetyo.
Mantan Ketua Dewan Pembina Yayasan Arema, Darjoto Setyawan mengatakan, setidaknya PT Bentoel per tahun mengeluarkan anggaran Rp 20 miliar hingga 30 miliar.
“Berdasarkan pengalaman Bentol selama 6 tahun. Kami mengeluarkan Rp 20 hingga 30 miliar,” kata Darjoto di Podcast ABM Inside di Youtube, Rabu (17/2).
Pengeluaran puluhan miliar tersebut, kata Darjoto, diserahkan sepenuhnya ke pelatih Arema waktu itu. Tujuannya untuk memberikan kuasa sepenuhnya pelatih Arema untuk membeli dan meracik pemain.
“Pengelolaan suatu tim sepak bola kami serahkan kepada pelatih. Dan pelatih kami beri budget dan pelatih kami beri target untuk mencapai sesuatu. Pemainnya monggo dicari diracik kami beri anggarannya,” kata dia.
Anggaran tersebut pun, lanjut Darjoto, dikeluarkan Bentol per tahun secara rutin terlepas dari banyaknya pendapatan tiket Arema dan sponsorship
“Dan itu kita (PT Bentol) nombok Rp 20 sampai 30 miliar. Soalnya pendapatan tiket dan sponsor sudah dipotong,” imbuh dia.
Alhasil secara terpisah, host ABM Podcast, Abdul Muntholib mengatakan, Arema berhasil menjuarai sejumlah kompetisi di medio tahun 2003 hingga 2009.
“Dan sampai meraih tiga juara. Super Copa itu,” kata dia.
Sebagai informasi dari sumber yang dikumpulkan Blok-A, Arema di bawah naungan PT Bentol, pada tahun 2004 menjuarai Divisi 1. Kemudian pada tahun 2005 dan 2006 berturut-turut menjuarai Copa Indonesia. Tidak hanya itu, tiga tahun berturut-turut selama 2005 hingga 2007 Arema berhasil masuk 8 Besar Liga Indonesia.










Balas