Pengeroyokan Ade Armando Diduga Dipicu oleh Makian Emak-emak

Jakarta Blok A – Sekjen Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) Nong Darol Mahmada mengatakan, pengeroyokan akademisi Universitas Indonesia sekaligus pegiat media sosial Ade Armando,
diduga dipicu oleh makian seorang perempuan.

Menurutnya, mulanya, Ade Armando berada di lokasi demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR pada Senin (11/4/2022), tepatnya pukul 14.00.
Kehadiran Ade Armando di sana untuk
membuat konten YouTube dan media sosial Gerakan PIS.

Ade Armando tiba-tiba didatangi oleh seorang ibu-ibu tidak dikenal sambil memaki-maki. Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas.

“Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim,” kata Nong Darol, Selasa (12/4/2022).

Pada pukul 15.41 sore, Ade Armando dan tim kemudian mundur ke dinding pagar DPR. Kemudian mereka
didatangi massa dan mendorong-dorong Ade Armando. Lalu, tim liputan bergeser ke sebelah kiri depan gedung DPR.

Dalam video yang beredar, Ade Armando memang diteriaki dengan kata-kata tidak pantas dari seorang wanita. Ade Armando disebut buzzer, pengkhianat hingga penjilat.

“Buzzer, buzzer, bulan puasa, munafik, pengkhianat, penjilat,” terdengar suara wanita meneriaki Ade Armando.

“Apa kamu?,” jawab Ade Armando.

Tidak lama setelah ucapan tersebut keluar, Ade Armando langsung dikeroyok oleh massa aksi demo. Polisi kemudian menolong Ade Armando yang terluka.

Sosok emak-emak berhijab pink yang diduga provokator kini ramai dibicarakan. Para netizen berharap emak-emak tersebut ditangkap polisi.

“Kandangin biar lebaran di dalam penjara…,” tulis akun dwi***.

“Kapoookk… Sokorrrr…,” tulis akun yog***.

“Ayo, pak polisi….mrk2 tdk menghormati bln suci Ramadhan dgn melakukan perbuatan bar2…segera comot n jebloskan, biar lebaran dlm hotel prodeo,” tulis akun kop***

Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif. “Beberapa saat kemudian dihampiri beberapa orang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang.
Sebelumnya mereka mengepung Ade dan tim. Sepertinya pengepungan dilakukan untuk menutup penyerangan dari pantauan petugas,” tutur Nong Darol.

Anggota tim liputan berusaha melindungi Ade Armando yang terus menerus diserang dan dipukuli, tetapi tim kemudian terjatuh dan terpental. Karena tidak bisa menolong,
tim yang terpental mencari polisi untuk meminta pertolongan.

Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan. Setelah diamankan dan ditarik ke dalam gedung DPR oleh pihak kepolisian, Ade Armando mendapatkan penanganan dari dokter polisi pada jam 16.10 sore.

“Kondisinya sadar, bisa berkomunikasi dan menghubungi keluarganya,” ucap Nong Darol.

Karena ada penyekatan massa, Ade Armando baru bisa
dievakuasi dan sekitar jam 18.00 sampai ke rumah sakit.

“Saat ini kondisi Ade Armando masih terus dalam pantauan dokter. Dia menderita luka serius di bagian wajah, kepala dan sekujur badannya,” ujar Nong Darol. “Hasil
pemeriksaan dokter menunjukan ada pendarahan dalam di bagian kepala. Ade Armando beberapa kali muntah dengan mengeluarkan darah,” lanjut dia. (Frida)

Exit mobile version