Kota Malang, blok-a.com – Pasangan calon (paslon) ABADI, Mochamad Anton – Dimyati Ayatullah secara khusus mendapatkan doa untuk menjadi pemimpin di Kota Malang dari ribuan jemaah Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah Kenongo, Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing.
Paslon ABADI, ini hadir pada acara tersebut untuk memperingati haul ke 6, KH. Abdurrahman Qomari, yang merupakan pendiri Ponpes Darul Falah Kenongo.
Saat tiba di Ponpes Darul Falah, paslon Abadi langsung disambut oleh ribuan jamaah yang menghadiri haul tersebut. Bahkan, tuan rumah langsung menyambut kedua paslon ini untuk langsung menuju panggung kehormatan dan duduk bersama para ulama serta habaib.
Habib Jamal bin Toha Baagil, sebagai mauidhoh hasanah pada haul tersebut mengatakan, pengajian Kota Malang akan merasakan dampak manfaat besar jika Abadi kelak memimpin Kota Malang.
“Saya mendengar dari Abah Anton sendiri jika jadi Wali Kota Malang nanti, majelis ilmu seperti ini, akan mendapat ijin dengan mudah,” kata Habib Jamal sapaan akrabnya, disambut tepuk-tangan meriah dari ribuan jamaah.
Maka dari itu, Habib Jamal mengajak ribuan jamaah yang hadir untuk mendoakan Abah Anton. Agar nantinya bisa bermanfaat bagi Ponpes dan kehidupan masyarakat Kota Malang.
“Termasuk wali kota, harus sering datang ke majelis ilmu,” imbuh Habib Jamal.
Habib Jamal menjelaskan, pejabat yang baik adalah pejabat yang sering datang ke ulama. Bukan sebaliknya, ulama yang datang ke pejabat.
“Jadi pejabat yang harus turun dan datang ke ulama,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Abah Anton menyampaikan terima kasih atas doa secara khusus yang diberikan oleh para ulama dan habaib kepadanya agar bisa mendapat amanah menjadi pemimpin Kota Malang.
Abah Anton, pesan dari semua ulama khususnya Habib Jamal akan terus menjadi pegangan jika kelak terpilih nanti.
“Kami berkomitmen, untuk memegang teguh pesan ulama. Ini menurut saya sangat penting untuk pembangunan Kota Malang kedapan,” kata Abah Anton.
Dijelaskan Abah Anton, alasan ia kembali mencalonkan sebagai Wali Kota Malang karena dukungan dan dorongan dari para ulama. Agar, program-program yang pro rakyat kecil bisa dilanjutkan kembali.
“Program perduli wong cilik, akan kita kembalikan. Blusukan di kampung-kampung akan kita lakukan lagi, agar persoalan yang terjadi dimasyarakat bisa segera di tangani,” terangnya.
“Kita akan lakukan lagi bedah rumah, seperti dulu,” tandas Abah Anton.









