Belasan Anggota DPRD Gresik Bolos Rapat Paripurna, Tunjangan Tetap Menggelembung

Belasan anggota dewan bolos absen tanpa alasan pada rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait perubahan APBD 2025.(blok-a.com/ivan)
Belasan anggota dewan bolos absen tanpa alasan pada rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait perubahan APBD 2025.(blok-a.com/ivan)

Gresik, blok-a.com – Sorotan terhadap gaji fantastis anggota dewan tak hanya menghantam DPR RI. Hal itu tampak pula di jajaran DPRD Gresik. Setelah diketahui 16 anggota dewan mangkir paripurna, anggaran gaji dan tunjangan mereka ternyata melonjak.

Kenaikan tersebut mencapai Rp33.825.830.211 atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp31.910.308.000. Angka itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Gresik Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perbup Nomor 75 Tahun 2024 mengenai Penjabaran APBD 2025.

Tambahan penghasilan 50 wakil rakyat di Kota Pudak itu terdiri dari berbagai pos, mulai dari uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, hingga tunjangan jabatan.

Selain itu, ada pula tunjangan alat kelengkapan dewan (AKD), tunjangan komunikasi intensif, tunjangan reses, tunjangan kesejahteraan, tunjangan transportasi, hingga uang jasa pengabdian.

Khusus tunjangan kesejahteraan pimpinan dan anggota DPRD, nilainya naik dari Rp10,7 miliar menjadi Rp12,8 miliar. Sedangkan tunjangan transportasi justru turun, dari Rp6,3 miliar menjadi Rp5,6 miliar. Tidak hanya itu, anggota dewan juga tetap menerima fasilitas lain berupa jaminan kesehatan hingga tunjangan perumahan.

Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, tidak membantah adanya kenaikan tersebut. Menurutnya, kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan baru terjadi tahun ini dan telah melalui evaluasi sebelumnya.

“Naik itu gak ada masalah sejauh sesuai appraisal. Kan pastinya dievaluasi semuanya terkait kenaikan oleh Provinsi. Kalau tidak sesuai Provinsi, kita tidak boleh naik,” ujar Syahrul Munir.

Ironisnya, di tengah kenaikan gaji dan tunjangan itu, belasan anggota DPRD Gresik masih kerap bolos rapat paripurna.

Senin (25/8/2025) lalu, tercatat 16 anggota DPRD absen tanpa alasan dalam rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait perubahan APBD 2025. Rapat itu sendiri dihadiri langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani.

Kejadian serupa juga sempat terulang usai libur panjang. Saat itu, rapat paripurna di kantor DPRD Gresik nyaris tidak kuorum karena banyaknya anggota dewan yang tidak hadir.(ivn/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com