Kabupaten Malang, blok-a.com – Elektabilitas pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1, Sanusi – Lathifah Shohib unggul di hasil survei yang dilakukan di SeMART Politica, jelang pemungutan suara Pilbup Malang 2024.
Salah satu faktornya yakni popularitas keduanya masih tak terkalahkan oleh Paslon rival, Gunawan – Umar Usman.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan menggunakan metode multi stage random sampling itu, paslon berakronim Salaf (Sanusi-Lathifah) dinyatakan unggul telak, yakni di angka 69,5 persen dibandingkan rivalnya yang diangka 20,0 persen.
Direktur SeMART Politica, Gerry Mohammad Iqbal menerangkan, tingkat kepuasan kinerja petahana Bupati Malang pada periode sebelumnya menjadi salah satu alasan terbesar masyarakat memilih Sanusi kembali memimpin Kabupaten Malang.
“Kepuasan kinerja incumbent sendiri cukup besar, yakni mencapai 67,5 persen untuk Pak Sanusi. Bahkan ada 9,3 persen masyarakat yang memilih sangat puas,” kata Gerry, Kamis (21/11/2024).
Sementara itu, keberhasilan incumbent juga dinilai tak kalah melejit. Yakni diatas 60 persen, dengan tingkat keinginan Sanusi terpilih kembali sebesar 65,5 persen.
“Memang di hukum Pilkada kalau tingkat kepuasan masyarakat di atas 50 persen, maka akan mudah terpilih kembali. Sedangkan, ketika tingkat kepuasan di bawah 50 persen akan sulit terpilih kembali,” jelasnya.
Dalam survei yang dilaksakan menggunakan metode tatap muka sejak 13 hingga 19 November 2024 lalu, diketahui alasan terbesar masyarakat akan memilih incumbent kembali yakni petahana dinilai dapat memecahkan masalah pada periode sebelumnya.
“Sanusi mampu memecahkan masalah yang ada di Kabupaten Malang sebesar 43,8 persen. Kedua, agar petahana dapat melanjutkan program-program sebelumnya sebesar 22,9 persen. Disusul dengan penilaian kepribadian Sanusi dengan angka 14,9 persen,” tambahnya.
Terakhir, terkait janji politik petahana di periode sebelumnya juga turut mendulang keinginan masyarakat untuk memilih Sanusi pada pesta demokrasi pada 27 November 2024 mendatang.
“Ketika disodorkan dengan pertanyaan apakah Bupati dan Wakil Bupati saat ini sudah menepati janji politik? Jawabannya sebesar 59,1 persen cukup menjadi janji politik,” pungkasnya. (ptu/bob)









