Akibat Rencana Israel Serang Balik Iran, Harga Minyak Melonjak Drastis

Minyak (dok.bloombergtechnoz)
Minyak (dok.bloombergtechnoz)

Blok-a.comHarga minyak melonjak tinggi setelah Israel menegaskan akan menanggapi serangan Iran.

Pada Sabtu malam (13/04/2024), Iran melancarkan serangan langsung pertamanya dengan menembakkan lebih dari 300 rudal dan drone ke wilayah Israel.

Ketegangan antara kedua negara ini semakin meningkatkan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Akibat eskalasi konflik ini, harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi $86 per barel setelah ditutup pada Senin (15/04/2024). Sementara itu, patokan global Brent menetap di atas $90.

Lonjakan tersebut dipicu oleh pernyataan seorang pejabat senior militer Israel yang mengatakan Israel tidak punya pilihan selain menanggapi serangan Iran akhir pekan lalu.

Pernyataan itu muncul di tengah seruan para pejabat Eropa dan AS untuk mencegah perang lebih lanjut.

Harga minyak telah meningkat secara signifikan tahun ini karena pengurangan pasokan OPEC dan risiko geopolitik di Rusia dan Timur Tengah yang mendorong harga lebih tinggi.

Kenaikan harga minyak di pasar dunia tentu akan berdampak pada ekonomi global. Negara-negara yang bergantung pada impor minyak kemungkinan akan merasakan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga. 

Selain itu, sektor ekonomi yang bergantung pada energi seperti industri manufaktur dan transportasi juga akan terpengaruh oleh kenaikan harga minyak.

Seperti diketahui, Iran merupakan salah satu  produsen minyak terbesar di dunia dengan produksi sekitar 3,9 juta barel per hari (bph).

Ekspor minyak negara tersebut diperkirakan mencapai 1,2 juta barel per hari pada tahun 2023.

Adanya konflik ini akan menyebabkan harga minyak naik baik secara global maupun di Indonesia.

Jika harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) lebih tinggi dari perkiraan, maka subsidi dan kompensasi BBM dan LPG 3kg juga akan terpengaruh.

Pilihannya biasanya antara meningkatkan subsidi energi pemerintah atau menaikkan harga bahan bakar.

Namun, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka memastikan pemerintah belum akan menaikkan harga energi, khususnya BBM, hingga setidaknya Juni 2024.

“Ya, harga BBM masih seperti itu (tidak berubah sampai Juni),” ujar Tutuka dalam agenda Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI, Senin (15/4).

Selisih harga minyak mentah di masa depan masih berada pada tingkat yang tinggi, menunjukkan kondisi pasar yang ketat.(mg5)

Penulis : Aulia Putri Indrianti (Mahasiswi magang Universitas Trunojoyo Madura)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?