WNA Diduga Coba Rampok Rumah Pedagang Telur di Malang

Tangkapan layar rekaman kamera CCTV di Instagram (dok. Malangraya_info)
Tangkapan layar rekaman kamera CCTV di Instagram (dok. Malangraya_info)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Aksi percobaan perampokan terjadi di salah satu rumah warga di Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut sempat terekam CCTV dan viral di media sosial (medsos), lantaran salah satu pelaku diduga warga negara asing (WNA).

Dalam cuplikan video yang diunggah oleh akun Instagram @malangraya_info, terlihat komplotan maling beraksi dengan mengendarai kendaraan roda empat yang terparkir di bahu jalan.

Salah satu pelaku yang diduga merupakan WNA juga terekam saat melempar batu ke arah korban. Saat aksinya digagalkan, komplotan tersebut kemudian melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian dengan mengenakan mobil berwarna hitam.

Dalam postingan tersebut juga diterangkan bahwa terduga memulai aksinya dengan berpura-pura membeli telur puyuh dari seorang penjual di lokasi kejadian. Saat penjual sedang mengambil uang kembalian di rumahnya, korban dibuntuti dari belakang.

Dikonfimasi, Kasihumas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto mengatakan, peristiwa tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kini, proses penyelidikan tengah dilakukan dengan mengumpulkan bukti-bukti.

“Begitu menerima adanya laporan dugaan perampokan, tim Reskrim Polsek Gondanglegi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari korban serta saksi,” terang Ponsen, Jumat (7/2/2025).

Berdasarkan dari hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/2/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban yakni Pitoyo, yang merupakan seorang pedagang telur puyuh di Kecamatan Gondanglegi.

Dari keterangan korban, dirinya didatangi oleh empat pria tak dikenal yang berpura-pura menjadi pembeli telur. Salah satu pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan alasan ingin menukar uang.

Saat korban mengambil uang kembalian di dalam kamar, terduga pelaku membuntuti korban berusaha mengambil uang tunai sebesar Rp 8 juta yang disimpan di kasur.

Korban yang menyadari aksinya langsung berusaha merebut kembali tas milik pelaku yang berisi uangnya. Teriakan korban membuat kompolotan pelaku panik dan melarikan diri.

“Terduga pelaku sempat melempar batu ke arah korban sebelum kabur meninggalkan lokasi,” jelasnya.

Dalam olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik pelaku.
Di antaranya sebuah tas hitam berisi uang. Uang itu  merupakan berbagai mata uang asing, seperti rupiah, dolar Amerika, dolar Australia, dolar Singapura, rupee Pakistan, dan riyal Arab Saudi. Hal ini menjadi dugaan polisi bahwa pelaku ialah WNA.

Selain itu, polisi juga menemukan sebuah ponsel Samsung A30s, dompet hitam, satu sepatu hitam merk Bounder 2.0 sebelah kanan, serta beberapa benda yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan, seperti pecahan batu paving dan balok kayu sepanjang 145 cm.

“Kami menemukan beberapa barang bukti yang mengarah pada dugaan bahwa pelaku merupakan warga negara asing. Mereka juga sempat berbicara menggunakan bahasa asing saat berkomunikasi dengan korban,” ungkapnya.

Ditambahkan Dadang, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memastikan identitas dan status keimigrasian mereka.

“Penyelidikan masih berlangsung dan tim kami sedang memburu para pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com