Terminal Arjosari Ganti Aturan, Kini Ojol Dilarang Angkut Penumpang dari Dalam Terminal

Kondisi Terminal Arjosari Malang saat ini (istimewa)
Kondisi Terminal Arjosari Malang saat ini (istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Beredar video di media sosial terkait dengan pelarangan ojek online (ojol) masuk wilayah di dalam Terminal Arjosari Malang. Video tersebut di upload oleh akun Instagram @info_malang pada Selasa (24/6/2025).

Menanggapi hal itu, Kepala Terminal Arjosari Malang, Mega Perwira Donowati untuk saat ini ojol tidak diperkenankan lagi menjemput penumpang dari dalam terminal. Namun demikian, ojol tetap diperbolehkan menurunkan penumpang di dalam kawasan terminal, sebagai langkah kompromi atas dinamika yang terjadi antara terminal angkot dan driver ojol.

“Memang pada awalnya kami menerapkan aturan ojol itu bisa naik-turunkan di dalam terminal. Tetapi itu kan menimbulkan beberapa hal yang bergesekan ya, terutama dengan terminal angkot, bukan dengan pengemudi angkot,” kata Mega, Selasa (24/6/2025).

Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap gesekan yang terjadi di lapangan, utamanya antara keberadaan ojol dengan sistem trayek angkot yang beroperasi dari dalam terminal.

“Dan sebagai informasi juga, kami tadi pagi pukul 08.00 hari ini tanggal 24 Juni, kami sudah bertemu dan mengadakan audiensi dengan driver angkot terminal tipe C, bersama jajaran samping bersama Dishub dan Kepolisian. Kami menyampaikan bahwasannya pada prinsipnya kami ingin semuanya selaras sejalan gitu kan,” tuturnya.

Meski larangan mengangkut penumpang berlaku, Mega memastikan ojol tetap bisa masuk untuk menurunkan penumpang di area terminal.

“Ojol yang men-drop penumpang, itu tidak ada masalah. Tapi yang menaikkan, oke kita larang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa larangan total terhadap aktivitas ojol di terminal dikhawatirkan akan mematikan fungsi terminal itu sendiri. Terlebih, dengan adanya aturan ojol boleh menaikkan penumpang ini memberi dampak positif untuk Terminal Arjosari Malang.

“Karena apa? Takutnya nanti ke depannya ojol juga tidak boleh menurunkan dari dalam terminal. Kalau itu terjadi, mati lagi terminalnya. Karena prosentase terbesar penumpang masuk ke dalam terminal kan diantar dari ojol,” sambungnya.

Aturan ini akan mulai diberlakukan secara efektif dalam waktu satu minggu ke depan, setelah proses sosialisasi ke driver ojol melalui masing-masing aplikator selesai dilakukan. Saat ditanya apakah aturan ini akan permanen, ia menjawab bahwa kebijakan akan terus dievaluasi secara berkala, tergantung dampak dan situasi di lapangan.

“Kalau misalnya ojol tidak boleh menarik dari dalam terminal ini menimbulkan potensi penumpang menurun, maka kami kaji ulang lagi,” tutupnya. (yog)

Exit mobile version