Gresik, Blok-a.com – Suasana tenang di wilayah Kebomas, Gresik, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah sebuah balon udara yang membawa rangkaian petasan jatuh dan meledak di permukiman warga pada Selasa (16/6/2026) sore.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Mayjen Sungkono Gang XI, Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, balon udara misterius itu pertama kali tersangkut di tiang listrik sekitar pukul 15.30 WIB.
Karena terbawa hembusan angin yang cukup kencang, balon udara kembali melayang sebelum akhirnya mendarat di bagian atap salah satu rumah warga.
Tak lama kemudian, warga dikejutkan dengan dua kali suara ledakan yang berasal dari petasan yang tergantung pada balon tersebut. Ledakan itu menyebabkan sebagian atap rumah mengalami kerusakan.
Kanit Reskrim Polsek Kebomas Ipda Cipto Suciono menjelaskan, pecahan atap dan material bangunan yang beterbangan akibat ledakan mengenai penghuni rumah yang saat itu berada di dalam bangunan.
“Ketika balon udara jatuh di atas atap rumah, terdengar dua kali ledakan. Akibatnya, atap rumah mengalami kerusakan dan serpihannya mengenai dua orang yang berada di dalam rumah,” ujar Cipto.
Dua korban yang diketahui berinisial MRPR dan MYS mengalami luka ringan pada bagian tangan kanan. Keduanya terkena pecahan kaca serta material bangunan yang runtuh akibat ledakan tersebut.
“Korban mengalami luka ringan pada tangan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” tambahnya.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi guna melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti turut diamankan, termasuk balon udara serta sisa petasan yang ditemukan di lokasi.
Hingga saat ini, aparat masih berupaya menelusuri asal-usul balon udara tersebut. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, belum diketahui siapa pihak yang menerbangkan maupun memiliki balon udara itu.
“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, identitas pemilik ataupun orang yang menerbangkan balon udara tersebut masih belum diketahui,” jelas Cipto.
Meski sempat memicu kepanikan warga sekitar, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian yang timbul berupa kerusakan pada rumah dan dua warga yang mengalami luka ringan.
“Tidak ada korban meninggal dunia. Hanya dua orang yang mengalami luka ringan pada bagian tangan,” tutupnya. (Ivn)




