Terkonfirmasi, Dokter Diduga Lakukan Pelecehan ke Pasien di Malang Adalah Dokter RS Persada Hospital

Dokter salah satu rumah sakit swasta di Malang yang diduga lakukan aksi pelecehan (tangkapan layar akun Instagram @qorryauliarachmah)
Dokter salah satu rumah sakit swasta di Malang yang diduga lakukan aksi pelecehan (tangkapan layar akun Instagram @qorryauliarachmah)

Kota Malang, blok-a.com – Kasus dugaan dokter yang melakukan pelecehan ke pasien di salah satu rumah sakit (RS) swasta di Kota Malang mulai menemui titik terang. Salah satu RS buka suara bahwa dokter tersebut bekerja di RS itu. Rumah sakit itu adalah RS Persada Hospital.

Sebagai informasi, viral di media sosial salah satu akun Instagram @Qorryauliarachmah membagikan pengalaman tak mengenakkannya di salah satu RS swasta di Kota Malang. Postingan itu pun ramai dibicarakan karena adanya dokter di rumah sakit tersebut yang diduga melakukan pelecehan kepadanya. Kejadiannya sendiri pada tahun 2022 silam.

Humas RS Persada Hospital, Sylvia Kitty membenarkan bahwa dokter yang ada di postingan akun Instagram Qorry Aulia Rachmah itu adalah dokter yang bekerja di RS Persada Hospital.

“Terkait pemberitaan yang beredar, kami mengkonfirmasi bahwa yang bersangkutan adalah dokter di Persada Hospital,” kata dia melalui pesan singkat yang diterima blok-a.com, Rabu (16/4/2025).

Dokter berinisial YA itu, kata Kitty, telah dinonaktifkan sementara. Sementara itu, saat ini RS Persada Hospital tengah melakukan investigasi secara internal.

“Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara sambil menunggu proses investigasi internal yang sedang berjalan,” jelas Kitty.

Kitty menambahkan, RS Persada Hospital menolak tegas segela bentuk pelanggaran etik termasuk dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dokter terhadap pasien itu.

“Kami telah membentuk Tim Investigas Internal untuk menelusuri kasus ini secara menyeluruh,” kata dia.

Jika memang Dokter YA itu terbukti melakukan pelecehan terhadap pasien tersebut pada tahun 2022 silam, RS Persada Hospital bakal menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku,

“Apabila terbukti, kami akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Terlepas dari kasus tersebut, RS Persada Hospital tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan profesional dan bermutu kepada masyarakat dan pasien.

“Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang profesional dan bermutu kepada masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, akun Instagram @qorryaularachmah telah membagikan pengalaman yang tidak mengenakkan itu tahun 2022 silam.

Sasat itu Qorry pemilik akun Instagram itu ke RS Persada Hospital karena mengalami sinusitis dan vertigo berat. Awalnya ia diperiksa pada umumnya oleh Dokter YA.

Dokter YA menyuruh Qorry, selanjutnya, untuk mencatat nomor Whatsapp-nya. Tujuannya agar hasil rontgen yang dilakukan saat pemeriksaan bisa dikirim oleh pihak RS Persada Hospital.

Setelah itu, anehnya yang mengirim hasil rontgen Qorry adalah Dokter YA sendiri. Dari situ, Dokter YA selalu mengirim pesan terus menerus ke Qorry meskipun tak ada balasan.

Posisi Qorry di ruangan perawatan RS Persada Hospital adalah di ruangan VIP Alamanda

. Dia sendirian dan tak ada siapapun. Sempat ada teman dan ibu temannya yang menjenguk namun hanya sebentar.

Setelah itu, Qorry sendirian. Tiba-tiba Dokter YA datang dengan alasan menjenguknya. Namun Dokter YA membawa stetoskop. Padahal dokter YA bukan dokter yang menangani Qorry. Qorry ditangani oleh Dokter Nadin.

Dokter YA pun mengecek mata, mulut, dan mengeluarkan stetoskopnya. Qorry pun disuruh membuka baju oleh Dokter YA. Di sinilah dugaan pelecehan itu terjadi. Dokter YA menarik tali baju pasien yang dikenakan Qorry.

Qorry pun tidak nyaman dengan perlakuan dokter itu. Pemeriksaan dengan stetoskop itu berlangsung relatif lama menurut Qorry, dan menyentuh payu dara-nya.

Qorry pun hendak menutup bajunya karena risih. Namun dokter YA menahannya dan terburu-buru mengeluarkan handphone-nya. Handphone tersebut diarahkan di atas badan Qorry. Dalihnya Dokter YA membalas pesan Whatsapp temannya. Namun Qorry yakin bahwa dokter YA memotret atau memvideo badannya.

Setelah itu, Qorry langsung memaksa tutup bajunya. Dokter itu pun terdiam. Setelah itu, Qorry sempat hendak melaporkan kejadian tak mengenakkan ini ke suster. Namun suter tersebut menyebut Dokter YA orangnya baik. Hal ini mengurungkan niatnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com