Terjadi Lagi, Belasan Kucing Mati Diduga Diracun di Bunulrejo Kota Malang

Ilustrasi Penyiksaan Kucing (sumber: Pinterest)
Ilustrasi Penyiksaan Kucing (sumber: Pinterest)

Kota Malang, blok-a.com – Kasus kematian misterius kucing kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, peristiwa memilukan tersebut terjadi di wilayah Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Belasan kucing dilaporkan mati secara mendadak, memunculkan dugaan adanya aksi peracunan oleh oknum tak dikenal.

Salah satu warga sekaligus pemilik kucing, Yuliana Veronica, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu tiga hingga lima bulan terakhir, setidaknya 15 ekor kucing ditemukan mati secara misterius di lingkungan tempat tinggalnya. Mayoritas kucing yang mati adalah kucing rumahan.

“Tapi ada kecurigaan juga kucing liar, karena saya tahu kalau kucing liar biasa seliweran di rumah atau dia genteng tetangga, itu saya tahu. Dan akhir-akhir itu sudah mulai jarang terlihat, dan itu pun juga dinyatakan oleh tetangga saya, bukan hanya saya,” ujarnya, Senin (26/5/2025).

Ana, sapaan akrab Yuliana, menduga kuat bahwa penyebab kematian kucing-kucing tersebut adalah karena diracun. Ia menjelaskan bahwa kucing miliknya menunjukkan gejala kejang-kejang sesaat sebelum meninggal.

“Jadi kita kan tahu ya mas kalau kucing kita itu sehat, gak ada keluar sakit, benar-benar memang gak ada apa-apa, rutinitas seperti biasa main di luar. Setelah pulang itu sekitar lima sampai sepuluh menit itu kejang-kejang, tidak lama langsung meninggal,” jelasnya.

Ana menambahkan bahwa meski tidak menyaksikan langsung proses kematian kucing lain di lingkungan sekitar, namun gejala yang muncul menunjukkan kesamaan, terutama keluarnya air liur sebelum mati.

“Kalau kucing yang lain kurang tahu ya, tapi kalau kucing saya cirinya sama kalau mati mendadak ya. Jadi mereka juga kondisi sehat, pulang-pulang udah langsung kejang-kejang, meninggal,” tambahnya.

Dalam tiga minggu terakhir, Ana mengaku telah kehilangan tiga ekor kucing peliharaannya. Ia menyatakan siap membawa kasus ini ke ranah hukum apabila insiden kematian kucing terus berlanjut.

“Kucing rasnya kurang lebih lima, di sini banyak yang pelihara kucing kampung juga. Kalau di RT lima saya kurang paham ya, tapi yang pasti lebih banyak daripada RT satu. Dan diduga juga pelakunya berbeda,” tutupnya.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kematian kucing secara tidak wajar di Kota Malang, yang sebelumnya juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi perhatian sejumlah komunitas pecinta hewan. (yog/bob)

Exit mobile version