Sempat Ditangani Dinsos Magetan, Warga Ngawi Malah Diberangkatkan Naik Bus ke Solo

Sakur Fathoni, warga Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi yang dilaporkan hilang (foto: tangkapan layar group Facebook Info Cegatan Ngawi)
Sakur Fathoni, warga Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi yang dilaporkan hilang (foto: tangkapan layar group Facebook Info Cegatan Ngawi)

Magetan, blok-a.com – Penanganan Sakur Fathoni, warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, menjadi sorotan. Pria tersebut sempat dibawa ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan, namun kemudian diberangkatkan menggunakan bus Mira menuju Solo.

Informasi mengenai Sakur sebelumnya beredar melalui grup media sosial INFO CEGATAN NGAWI (ICN). Ia disebut telah beberapa hari tidak diketahui keberadaannya dan memiliki kondisi intelektual serta emosional yang membutuhkan perhatian.

“Barangkali Bapak-Ibu mengetahui anak yang bernama Sakur Fathoni, warga Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi hilang beberapa hari ini. Terakhir ada yang sempat bawa ke Dinsos Magetan, terus sama Dinsos Magetan dianikan bus Mira dari Maospati ke arah Solo. Anaknya agak keterbelakangan intelektual dan mental. Barangkali ada yang mengetahui, bisa menghubungi nomor 083850539714 (syaeful),” tulis postingan di grup tersebut dengan akun Salman-Al farisie.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Magetan Sutrisno menjelaskan, Sakur tiba-tiba berada di depan kantor Dinsos setelah petugas selesai mengikuti upacara pada Senin (17/8/2026).

“Setelah upacara, tiba-tiba anak itu sudah ada di depan kantor. Yang mengantar siapa, yang menurunkan siapa, kami tidak tahu,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).

Sutrisno membeberkan, petugas kemudian membawa Sakur ke kantor untuk mendapatkan penanganan awal. Ia dimandikan, diberi makan, diganti pakaian, serta dilakukan asesmen untuk menggali identitas dan asalnya.

Namun, saat ditanya mengenai rumahnya, Sakur berulang kali hanya menjawab “Solo” dan menyebut “naik bus Mira”. Petugas kemudian mencoba menggali informasi lebih lanjut dan mendapatkan jawaban “Ngampal”.

Sutrisno mengaku pihaknya telah mencoba menelusuri informasi tersebut melalui jejaring di Solo maupun Ngawi. Namun, saat itu belum mendapatkan respons yang dapat memastikan identitas maupun keluarga Sakur.

Menurutnya, kondisi emosional Sakur juga sempat tidak stabil. Ia disebut tantrum, ngamuk dan beberapa kali berusaha melarikan diri.

Di sisi lain, Sutrisno mengaku Dinsos Magetan belum memiliki shelter khusus bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Shelter yang tersedia merupakan tempat penampungan lansia sehingga dikhawatirkan mengganggu penghuni lainnya.

“Kita tidak mungkin menginapkan di mana-mana. Akhirnya kita naikkan bus Mira sesuai dengan yang dia sampaikan,” ujarnya.

Selain itu ia juga menyatakan pihaknya tidak bermaksud menelantarkan Sakur dan menilai penanganan telah dilakukan sesuai SOP. Namun, kejadian tersebut tetap diakui menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan penanganan warga terlantar ke depan.

“Kami mengakui itu menjadi introspeksi kinerja kami ke depan. Tapi secara SOP, apa yang kami laksanakan sudah kami lakukan sebaik-baiknya,” katanya. (nan)

Exit mobile version